Perkuat Ikatan APKASI, Bupati Karawang Bawa Misi Kemanusiaan ke Situbondo

 


Hukum Suara.com SITUBONDO – Di bawah panji Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menunjukkan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang bagi rasa kemanusiaan. Dalam sebuah aksi solidaritas lintas daerah, Bupati Aep mendampingi jajaran pimpinan pusat APKASI untuk menyerahkan bantuan langsung kepada masyarakat Situbondo yang tengah dirundung musibah, Kamis (12/2).

Kehadiran Bupati Aep bukan sekadar seremoni kepengurusan, melainkan membawa amanah dan empati dari ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karawang untuk saudara-saudara mereka di Jawa Timur.

Sebagai bentuk nyata kepedulian, Pemerintah Kabupaten Karawang menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta. Uniknya, dana ini bukan bersumber dari APBD, melainkan murni hasil gotong royong dan kesadaran kolektif para ASN di lingkungan Pemkab Karawang.

"Alhamdulillah, kami hadir bersama Ketua Umum dan Ketua Harian APKASI untuk memberikan penguatan kepada Bupati Situbondo. Bantuan dari Karawang ini adalah wujud empati dan kebersamaan untuk sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujar Bupati Aep Syaepuloh.

Penyerahan bantuan ini diterima langsung oleh Bupati Situbondo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum APKASI. Momentum ini menjadi bukti otentik bahwa asosiasi kepala daerah ini bertransformasi menjadi jaringan pengaman sosial yang responsif terhadap krisis di daerah.

Bupati Aep menegaskan bahwa aksi ini adalah simbol "Saling Menguatkan". Baginya, kedaulatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastrukturnya, tetapi dari seberapa cepat mereka bergerak membantu daerah lain yang sedang mengalami masa sulit.

"Ini adalah komitmen kami seluruh Kepala Daerah se-Indonesia. Kita harus kompak dan saling menopang dalam menangani masalah, baik itu bencana alam maupun krisis lainnya," tegasnya.

Langkah inovatif yang ditunjukkan Bupati Aep Syaepuloh dan APKASI ini menggeser paradigma persaingan antar-daerah menjadi kolaborasi kemanusiaan. Budaya gotong royong yang diinisiasi oleh ASN Karawang diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun sistem filantropi birokrasi yang berkelanjutan.

Melalui bantuan ini, Karawang mengirimkan pesan kuat: bahwa dalam menghadapi bencana, tidak ada daerah yang berjuang sendirian.

Penulis : Kinah