Suara Hukum. Live, KARAWANG – Lapangan Plaza Pemda Karawang, tepatnya di Plaza Husni Hamid, tampak berbeda pada Minggu, 3 Mei 2026. Alih-alih dipenuhi dengan kepalan tangan dan tuntutan di jalanan, peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini di Karawang bertransformasi menjadi ruang kolaborasi nyata antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Mengusung tema besar “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, acara ini menjadi pembuktian bahwa harmonisasi industrial di Karawang mulai memasuki babak baru. Dengan spirit “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”, kegiatan ini digerakkan oleh sinergi dari 40 Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit.
Inovasi peringatan May Day kali ini terlihat dari rangkaian kegiatannya yang menyentuh langsung aspek sosial dan kesehatan masyarakat. Tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para buruh, Plaza Husni Hamid disulap menjadi pusat layanan publik dan kemanusiaan.
Beberapa agenda utama yang menjadi sorotan antara lain:
- Bakti Kesehatan: Ratusan pekerja mengantre dengan tertib untuk mengikuti Cek Kesehatan Gratis dan aksi Donor Darah, menunjukkan sisi solidaritas buruh terhadap sesama.
- Sentuhan Humanis: Sebagai bentuk kepedulian sosial, dilakukan pula Santunan Anak Yatim, menegaskan bahwa perjuangan kesejahteraan buruh juga mencakup kesejahteraan lingkungan sosial di sekitarnya.
- Apresiasi Pekerja: Semangat peserta semakin terjaga dengan adanya pembagian Doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi bagi para pahlawan industri yang hadir.
Perwakilan panitia dari unsur LKS Tripartit menyampaikan bahwa format acara ini merupakan upaya untuk mengubah stigma May Day yang identik dengan ketegangan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa di Karawang, kesejahteraan pekerja dan kemajuan industri bisa berjalan beriringan melalui dialog dan aksi nyata. Hari ini adalah perayaan kemenangan atas komunikasi yang baik antara buruh, pengusaha, dan pemerintah," ujar salah satu koordinator di lokasi acara.
Hingga tengah hari, suasana di Plaza Husni Hamid terpantau kondusif namun meriah. Semangat kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial belaka, melainkan menjadi fondasi bagi kebijakan-kebijakan industrial di Karawang yang lebih inklusif dan berkeadilan di masa depan.
Laporan: Tarman dani