Semangat Gotong Royong Membumbung di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar Karawang, 600 Paket Kurban Dibagikan


Suara Hukum. Live, KARAWANG — Gema takbir Iduladha 1447 Hijriah membawa berkah kebahagiaan tersendiri bagi warga Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Momentum sakral ini dirayakan dengan penuh khidmat dan semangat berbagi di Pondok Pesantren (Ponpes) TPQ Miftahul Huda Al-Azhar.

​Tahun ini, kepedulian sosial masyarakat tampak nyata lewat penyembelihan empat ekor hewan kurban yang terdiri dari dua ekor sapi dan dua ekor kambing. Seluruh hewan kurban ini merupakan hasil gotong royong warga setempat serta dukungan dari salah satu keluarga yang turut menyumbang.

​Sejak pagi, area pesantren sudah dipadati panitia dan warga yang bahu-membahu mengurus prosesi penyembelihan hingga pengemasan daging.

​“Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini konsisten berjalan di sini. Untuk tahun ini, ada dua ekor kambing dan dua ekor sapi yang disembelih,” ujar perwakilan pihak pesantren, Hj. Nana.


​Sentuh 600 Penerima Manfaat

​Kerja keras panitia berhasil mengonversi hewan kurban tersebut menjadi 600 paket daging siap edar. Distribusi pun dilakukan secara tanggap dan menyasar warga yang membutuhkan di dua wilayah, yakni Dusun Krajan Selatan dan sebagian Dusun Krajan Utara, Desa Karyasari.

​Pihak panitia menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan, melainkan merajut kembali tali silaturahmi yang erat antar-warga.

​Sinyal Positif Kesadaran Berbagi

​Hj. Nana juga menambahkan, tren positif partisipasi kurban tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran warga untuk saling membantu semakin bertumbuh. Nilai-nilai kebersamaan di lingkungan Rengasdengklok masih terjaga dengan sangat baik.

​“Harapannya ke depan semakin banyak masyarakat yang ikut berkurban. Tidak harus besar, yang penting niat berbagi dan kebersamaannya terus terjaga,” ungkap Hj. Nana optimis.


​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa tinggi. Bagi masyarakat Desa Karyasari, Iduladha bukan lagi sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan momentum emas untuk memperkuat solidaritas sosial, mempererat persaudaraan, dan menghidupkan kembali roh gotong royong di tengah modernisasi zaman.