Suara Hukum.Live, KARAWANG – Ketegangan menyelimuti wilayah bantaran sungai di Karawang saat Sungai Citarum dan Sungai Cibeet dinyatakan berstatus AWAS pada tengah malam ini. Merespons ancaman luapan air yang kian meningkat, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh langsung turun ke titik rawan untuk memimpin operasi evakuasi darurat.
Langkah cepat ini diambil guna mengantisipasi risiko jatuhnya korban jiwa akibat debit air yang terus merangkak naik di titik-titik pemukiman padat penduduk.
Dalam operasi yang berlangsung di tengah kegelapan malam tersebut, Bupati didampingi Dandim 0604 Karawang serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokus penyelamatan diarahkan pada warga Desa Sukamakmur dan Desa Purwadana yang terdampak langsung oleh luapan air.
Petugas gabungan dikerahkan untuk memindahkan warga ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan di area depan Food Fest Resinda. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki akses yang baik dan aman dari jangkauan banjir.
"Malam ini kami fokus memastikan seluruh warga di area terdampak segera bergeser ke tempat yang lebih aman. Tim terus bekerja hingga dipastikan tidak ada warga yang tertinggal di lokasi rawan," tegas Bupati Aep di sela-sela pemantauan lapangan.
Sejalan dengan proses evakuasi, Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan suplai logistik tidak terhenti. Bantuan kebutuhan pokok mulai didistribusikan secara simultan untuk menjamin ketersediaan makanan dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi di titik kumpul.
Bupati menegaskan bahwa logistik akan terus dipasok seiring dengan upaya tim di lapangan mengamankan seluruh warga dari potensi bahaya luapan sungai.
Mengingat status sungai yang masih berada pada level tertinggi (AWAS), Bupati mengeluarkan instruksi keras bagi wargi Karawang yang bermukim di sepanjang aliran Citarum dan Cibeet untuk tetap waspada dan kooperatif.
"Kepada wargi yang rumahnya rawan terdampak, kami mohon dengan sangat untuk mengikuti arahan petugas. Mengungsilah terlebih dahulu demi keselamatan jiwa hingga situasi benar-benar membaik," imbau Bupati.
Hingga dini hari ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih bersiaga penuh di lapangan guna memantau pergerakan debit air dan mengamankan aset-aset milik warga yang ditinggalkan mengungsi.
Penulis : Dewa
