Suara Hukum.Live, KARAWANG – Birokrasi kaku nampaknya mulai ditinggalkan di Kabupaten Karawang. Berawal dari laporan warga yang viral di media sosial, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Satpol PP langsung melakukan aksi "gerak cepat" (gercep) menertibkan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di kawasan strategis Cikampek, Jumat (10/01).
Langkah taktis ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., yang menjadikan platform digital sebagai instrumen pengawasan wilayah.
Fenomena "tagging" di media sosial kini bukan lagi sekadar bising digital, melainkan alarm bagi kebijakan publik. Penertiban PPKS dewasa dan anak-anak di Cikampek ini membuktikan bahwa koordinasi antara pimpinan daerah dan aparat lapangan telah berada dalam satu frekuensi.
"Ini bukan sekadar penertiban rutin. Ini adalah manifestasi dari komitmen Bupati untuk menghadirkan pemerintah di tengah keresahan warga, secepat klik di layar ponsel mereka," ungkap salah satu perwakilan Satpol PP Karawang di lokasi penertiban.
Pemkab Karawang menyadari bahwa sekadar "mengamankan" tidak akan menyelesaikan akar masalah. Oleh karena itu, pasca-penertiban, dirancang skema penanganan lintas sektoral yang lebih integratif:
Dinas terkait didorong untuk tidak hanya mendata, tetapi memberikan pelatihan keterampilan agar PPKS memiliki kemandirian ekonomi.Memastikan anak-anak yang terjaring mendapatkan akses pendidikan dan jaminan keamanan sosial.Melakukan pendekatan persuasif untuk mengubah pola pikir individu agar bersedia menaati regulasi yang berlaku.
Meski patroli diperketat dan sistem dipercanggih, tantangan terbesar tetap berada pada aspek manusia. Perubahan perilaku menjadi kunci utama agar fenomena PPKS tidak menjadi masalah menahun atau "lingkaran setan" di sudut-sudut kota.
Pemerintah daerah menekankan bahwa kemauan individu untuk keluar dari zona tersebut adalah modal utama. Dengan sinergi antara ketegasan aturan, kecepatan teknologi, dan pendekatan yang humanis, Karawang berambisi menciptakan ruang publik yang tidak hanya tertib, tapi juga bermartabat bagi semua kalangan.
Penulis : Dewa
