Membedah 48 Jam Maraton Cahaya: Misi Dishub Bekasi Menghalau Gelap di Kali CBL



 Suara Hukum.live - BEKASI – Di bawah langit mendung akhir Februari, deru mesin crane dan pendar lampu oranye menjadi pemandangan kontras di sepanjang Jalan Raya Kali CBL. Memasuki hari ketiga, Kamis (26/2), tim teknis Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi terpantau belum menurunkan tensi kerja mereka. Jalur ini bukan sekadar jalan biasa; ia adalah urat nadi logistik yang kini tengah "diterangi" kembali.

Langkah maraton yang dilakukan Dishub selama 48 jam terakhir ini bukan tanpa alasan. Jalur Kali CBL memiliki reputasi sebagai rute krusial namun menantang. Dengan volume kendaraan berat yang melintas hampir 24 jam, hilangnya satu titik cahaya bisa berarti fatal bagi pengendara motor maupun pengemudi truk logistik.

"Kami tidak ingin ada celah. Penyisiran dilakukan titik demi titik untuk memastikan tidak ada lagi blank spot (titik buta). Keamanan warga adalah prioritas yang tidak bisa ditawar," ujar salah satu personel teknis di lapangan sembari mengencangkan baut pada kap lampu LED terbaru.

Upaya berkelanjutan ini menandai pergeseran paradigma kerja di tubuh Dishub Kabupaten Bekasi. Jika sebelumnya perbaikan seringkali bersifat reaktif berdasarkan laporan, aksi kali ini menunjukkan pola perawatan preventif.

Ada tiga aspek krusial yang menjadi fokus utama dalam optimalisasi ini:

  1. Reduksi Fatalitas Kecelakaan: Menjamin jarak pandang ideal guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

  2. Efek Deteren Kriminalitas: Mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan melalui pencahayaan yang merata.

  3. Standarisasi Material: Penggunaan komponen yang lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem Bekasi guna menjamin usia pakai yang lebih panjang.

Langkah Dishub melakukan perbaikan berturut-turut di awal tahun 2026 ini patut diapresiasi sebagai komitmen nyata terhadap infrastruktur keselamatan. Namun, tantangan sesungguhnya bukan hanya pada perbaikan, melainkan pada pemeliharaan rutin agar komitmen ini tidak berakhir sebagai aksi musiman. Di tengah cuaca yang tak menentu, cahaya di Kali CBL adalah sandaran bagi ribuan nyawa yang melintas setiap malamnya.

Penulis : Hendrik