Suara Hukum.Live, KARAWANG — Di tengah gempuran tren urban yang cenderung individualis, warga RT 001 RW 008 Kampung Jatirasa Tengah, Kelurahan Karangpawitan, punya cara sendiri untuk merawat kebersamaan. Bukan lewat gawai atau kumpul biasa, mereka memilih bersujud dan belajar bersama dalam agenda pengajian mingguan rutin setiap Selasa malam Rabu di Mushola Baiturahman.
Pantauan di lokasi pada Selasa (19/05/2026) malam menunjukkan anomali yang menyegarkan. Jika biasanya pengajian kampung diidentikkan dengan lansia, Mushola Baiturahman justru dipadati lintas generasi. Mulai dari tokoh masyarakat senior hingga riuh antusiasme generasi muda melebur dalam kehangatan yang sama.
Keberhasilan menghidupkan malam Rabu ini tidak datang begitu saja. Program ini lahir dari tangan dingin Ketua RT 001, Dina Sukaryana, yang mengeksekusinya lewat pendekatan partisipatif.
"Program ini tegak berdiri di atas fondasi musyawarah dan mufakat. Sejak awal direncanakan, dukungan penuh dari para tokoh masyarakat menjadi bahan bakar utamanya," ujar Dina di sela-sela kegiatan.
Pada penayangan pekan ini, suasana spiritual terasa kian teduh saat Ustadz Koswara, pendidik agama dari Al-Falah, naik mimbar. Dalam tausiyahnya, ia menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai agama sebagai jangkar moral di tengah derasnya arus modernisasi sehari-hari.
Bagi pengurus lingkungan, pengajian ini memiliki fungsi ganda yang krusial. Dina Sukaryana menegaskan bahwa esensi utama dari gerakan ini melampaui dimensi ibadah ritual belaka, melainkan bertransformasi menjadi wadah resolusi sosial dan pemersatu warga.
Merawat Kerukunan: Menjadi ruang temu fisik di tengah kesibukan warga.
Merajut Kekompakan: Membabat sekat antargenerasi (tua dan muda).
Membangun Harmoni: Memastikan lingkungan tetap aman berbasis nilai moral.
"Target jangka panjang kami jelas. Kami ingin lingkungan RT 001, khususnya di Jatirasa Tengah ini, kokoh dalam kerukunan, kompak dalam aksi sosial, dan harmonis dalam bertetangga," tambah Dina optimistis.
Melalui sinergi apik antara birokrasi tingkat RT, restu para tetua kampung, dan energi segar dari para pemuda, Kampung Jatirasa Tengah sedang menulis ulang cetak biru kampung modern: sebuah lingkungan yang tidak hanya rukun dan aman secara fisik, tetapi juga tangguh secara spiritual dan berakhlakul karimah.
Penulis : Madun
