Maut di Tikungan Maniis: Tangis Pecah di Jalur Panjalu–Cikijing


Suara Hukum. Live, MAJALENGKA – Keheningan malam di jalur maut Panjalu–Cikijing berubah mencekam pada Selasa (24/3/2026). Sebuah Isuzu Elf yang mengangkut rombongan keluarga asal Karawang terhempas dalam kecelakaan tunggal di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis. Insiden memilukan ini merenggut enam nyawa dan menyisakan duka mendalam bagi belasan korban lainnya.

​Jarum jam menunjukkan pukul 23.05 WIB ketika kendaraan yang membawa 21 penumpang itu melintasi medan berat. Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Majalengka, petaka bermula saat Elf tersebut melaju di jalur menurun curam yang berkelok tajam.

​Diduga kehilangan kendali, mobil seketika oleng dan menghantam parit sebelum akhirnya terguling hebat.

​"Kendaraan masuk parit lalu terbalik. Evakuasi berlangsung dramatis di tengah suasana malam yang mencekam," lapor pihak kepolisian.


​Akibat kejadian ini, enam orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, belasan penumpang lainnya kini berjuang pulih di RSUD Cideres akibat luka-luka yang diderita.

​Tragedi ini memantik perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Bergerak cepat, sang Gubernur langsung menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyerahkan santunan sebesar Rp150 juta kepada keluarga korban.

​Bagi Dedi, bantuan ini adalah jembatan kemanusiaan bagi mereka yang ditinggalkan.

Kebutuhan mendesak keluarga, terutama masa depan anak-anak korban.G

Gubernur menekankan bahwa angka tersebut tidak akan menggantikan nyawa, namun diharapkan mampu meringankan beban finansial yang tiba-tiba menghimpit.

​"Sopir yang meninggalkan keluarga pasti meninggalkan kebutuhan mendesak yang harus dipikirkan. Kita ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak sendirian menghadapi masa sulit ini," ujar Dedi Mulyadi.

​Di tengah suasana duka, Gubernur Jabar kembali memberikan peringatan keras kepada para pengendara dan pemudik. Ia mengingatkan bahwa kelelahan adalah musuh utama di jalan raya, terutama saat melintasi jalur rawan seperti Panjalu–Cikijing.

"Jangan memaksakan diri jika lelah," tegasnya.

​Kini, jalur Maniis kembali menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah kewaspadaan di jalan raya. Bagi keluarga di Karawang, Selasa malam itu bukan sekadar catatan kecelakaan, melainkan luka yang akan membekas selamanya.

Penulis : Madunqq