Suara Hukum.Live - KARAWANG – Deru mesin kendaraan di jantung Kota Karawang perlahan mulai kembali ke ritme normal. Memasuki periode H+ pasca-Idul Fitri 1447 H, Jalan Siliwangi yang biasanya menjadi urat nadi mobilitas warga, kini menunjukkan dinamika lalu lintas yang lebih bersahabat namun tetap dinamis.
Minggu (29/03/2026), di bawah terik matahari Karawang yang khas, Annisa, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang, tetap bersiaga di titik krusial Jalan Siliwangi. Dari pantauan visualnya, ia memastikan bahwa kekhawatiran akan adanya kemacetan panjang pasca-puncak arus balik tidak terjadi di ruas ini.
"Kami terus memantau pergerakan volume kendaraan untuk memastikan tidak ada penumpukan yang berarti. Sejauh ini, arus di ruas Siliwangi terpantau lancar terkendali," lapor Annisa dengan sigap.
Meski aspal Jalan Siliwangi terlihat lengang di beberapa titik, Dishub Karawang mengingatkan warga agar tidak terlena dengan kondisi tersebut. Keadaan jalan yang sepi justru sering kali memicu pengendara untuk memacu kendaraan di atas batas normal.
Dishub memberikan tiga catatan penting bagi para pelintas:
Etika Berkendara: Disiplin rambu adalah harga mati. Jangan memaksakan diri menerobos lampu kuning atau melakukan putar balik (u-turn) di tempat terlarang yang membahayakan pengguna jalan lain.
Kontrol Kecepatan: Ruas Siliwangi melintasi banyak area pemukiman dan sekolah. Hindari overspeeding demi keselamatan pejalan kaki dan warga sekitar.
Waspada Cuaca: Dengan kondisi cuaca Karawang yang fluktuatif, konsentrasi ekstra sangat dibutuhkan untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Komitmen "Salam Perhubungan" bukan sekadar jargon. Bagi petugas seperti Annisa dan rekan-rekan di lapangan, memastikan warga sampai di tujuan dengan selamat adalah bentuk pengabdian yang tak terputus, bahkan saat suasana libur panjang masih terasa.
"Tetap berhati-hati, patuhi setiap rambu yang ada, dan ingat, utamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama. Salam perhubungan!" tutup Annisa sembari kembali memanta
Penulis : Hendrik
