Provokasi Tengah Malam: Plank Pemuda Pancasila Dirusak OTK, PAC Percut Sei Tuan Desak Polrestabes Medan Bertindak


Suara Hukum. Live, PERCUT SEI TUAN – Suasana tenang di Dusun 5, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, mendadak mencekam pada Rabu (3/5) dini hari. Simbol kehormatan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila (PP), yakni plank Anak Ranting 05, ditemukan hancur setelah diserang sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) sekitar pukul 01.00 WIB.

​Aksi vandalisme brutal ini memicu gelombang kemarahan kader PP di tingkat kecamatan. Pengrusakan tersebut dianggap bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan upaya provokasi terencana untuk memancing stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah saksi mata melihat sekelompok orang mendekati lokasi plank pada tengah malam. Tanpa alasan yang jelas, para pelaku merusak atribut organisasi tersebut hingga mengalami kerusakan parah.

​"Diduga ada sekelompok orang yang sengaja datang dan merusak plank itu secara brutal. Kejadiannya sangat cepat saat warga sedang beristirahat," ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​Merespons insiden ini, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Percut Sei Tuan langsung mengambil sikap tegas. Ketua PAC PP Percut Sei Tuan, Buang, melalui Wakil Ketua I, Kamiso, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan anarkis yang merendahkan martabat organisasi.

​"Kami mengecam keras pengrusakan ini. Ini bukan sekadar soal papan kayu atau besi, tapi soal penghinaan terhadap marwah dan kehormatan seluruh kader Pemuda Pancasila," tegas Kamiso saat memberikan keterangan pers.

​Guna menghindari aksi balasan yang tidak diinginkan dan menjaga kondusivitas wilayah, PAC PP Percut Sei Tuan memilih untuk menempuh jalur konstitusional. Kamiso memastikan bahwa laporan resmi akan segera dilayangkan ke pihak kepolisian.

Poin Utama Sikap PAC PP Percut Sei Tuan:

  • Laporan Resmi: Segera melaporkan kejadian ke Polrestabes Medan dalam waktu dekat.
  • Desakan Investigasi: Meminta kepolisian bergerak cepat mengidentifikasi pelaku dan aktor intelektual di balik aksi ini.
  • Instruksi Kader: Meminta seluruh kader tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum (APH).

​"Kami berharap Polrestabes Medan jangan tutup mata. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi polemik yang lebih besar. Siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab di depan hukum," tambah Kamiso.

​Hingga berita ini diturunkan, motif di balik aksi pengrusakan tersebut masih gelap. Namun, pengawasan di sekitar lokasi kejadian diperketat oleh warga dan kader untuk mengantisipasi aksi serupa di kemudian hari.

Editor: (Tim Redaksi)