Revolusi Layanan RT 001 Jatirasa Tengah: Dina Sukaryana Terapkan Validasi Bansos Sistem Jemput Bola"


SUARAHUKUM.LIVE, KARAWANG – Sebuah anomali kepemimpinan yang menyegarkan muncul dari sudut Kelurahan Jatirasa Tengah. Di saat birokrasi sering kali identik dengan tumpukan berkas dan sikap pasif, Dina Sukaryana, Ketua RT 001 RW 008 yang baru saja dilantik, justru memilih jalur berbeda. Ia tidak menunggu di balik meja; ia turun ke aspal.

​Dina memulai masa jabatannya dengan sebuah aksi nyata: Validasi Data Bantuan Sosial (Bansos) secara inklusif. Sosok pemimpin muda ini menerapkan strategi "Jemput Bola" untuk memastikan tidak ada satu pun hak warga yang tercecer.

​Langkah yang paling mencuri perhatian adalah integritasnya terhadap akurasi data. Dina tidak hanya mendatangi warga yang menetap secara fisik, namun juga menyambangi mereka yang secara administratif masih tercatat sebagai penduduk RT 001 meskipun telah berdomisili di luar wilayah.

"Keadilan sosial itu dimulai dari validasi data yang presisi. Jarak tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan haknya," ujar Dina di sela-sela aksi lapangannya.

​Aksi "blusukan" ini bukan sekadar manuver tunggal. Dina membangun sistem pendukung yang kokoh melalui kolaborasi taktis dengan Teh Ros, Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) setempat. Sinergi ini menjadi jaminan bahwa penyaluran bantuan akan berlangsung transparan dan tepat sasaran, meminimalisir risiko sengketa data yang kerap terjadi di tingkat bawah.

​Tak berhenti di sana, penguatan struktur sosial juga dilakukan dengan menggandeng Paguyuban Cahaya Gumelar. Organisasi lingkungan ini ditarik masuk ke dalam lingkaran kebijakan untuk memastikan kerukunan warga tetap terjaga di level akar rumput.

​Di balik ketegasan administratifnya, RT 001 di bawah komando Dina tetap menjaga napas religius sebagai fondasi ketahanan lingkungan. Setiap malam Rabu, Musholla Baiturahman bertransformasi menjadi ruang "diplomasi meja kopi".

​Melalui pengajian rutin, silaturahmi antarwarga dirajut kembali tanpa sekat. Forum ini menjadi tempat di mana keluh kesah warga didengar langsung, sekaligus menjadi ruang konsolidasi warga yang efektif.

 Dina berhasil mengubah stigma Ketua RT dari sekadar "pengetik surat" menjadi seorang Manajer Krisis yang proaktif dan solutif.

 Langkah memverifikasi warga luar wilayah (eksternalitas KTP) menunjukkan standar integritas data yang melampaui tuntutan tugas formal.

 Keberanian memadukan unsur struktural (PKH), komunitas (Paguyuban), dan kultural (Musholla) menciptakan ekosistem lingkungan yang stabil secara sosial dan hukum. 

Penulis : Madun