Dugaan Kekerasan Oknum Guru di SMPN 2 Kutawaluya Karawang, Kepala Sekolah Bungkam Saat Dikonfirmasi


Suara Hukum. Live - KARAWANG — Kasus dugaan tindakan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Kali ini, insiden tersebut dilaporkan terjadi di SMPN 2 Kutawaluya dan melibatkan oknum tenaga pendidik terhadap salah seorang peserta didiknya.

​Peristiwa ini mulai menjadi sorotan publik setelah beredarnya rekaman video pengakuan dari seorang siswa kelas IX bernama Faisal. Dalam video tersebut, korban mengungkapkan bahwa dirinya mengalami tindakan kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh dua orang oknum guru di sekolah.

​Menurut pengakuan korban, ia mendapatkan perlakuan kasar berupa lemparan bangku yang diduga dilakukan oleh seorang guru bernama Wildan, serta tindakan penamparan yang diduga dilakukan oleh guru bernama Lani. Akibat insiden tersebut, korban dikabarkan mengalami luka-luka.

​Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media kepada pihak sekolah belum membuahkan hasil. Kepala Sekolah SMPN 2 Kutawaluya, Oman, S.Pd., memilih untuk bungkam dan tidak memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait duduk perkara serta latar belakang tindakan yang dilakukan oleh kedua oknum guru tersebut. Sikap tertutup dari pihak pimpinan sekolah ini menuai tanda tanya besar dari masyarakat dan kalangan jurnalis.

​Tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan dinilai sebagai pelanggaran berat yang mencederai dunia moral dan akademik. Berbagai pihak mendesak agar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan.

​Publik dan pemerhati pendidikan menuntut agar ada investigasi mendalam serta penegakan hukum yang berkeadilan bagi korban. Selain itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Kutawaluya didesak untuk bersikap tegas dengan memberikan sanksi setimpal kepada oknum guru yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap anak didik.

​Awak media masih terus berupaya meminta keterangan resmi dari pihak SMPN 2 Kutawaluya serta instansi terkait guna mendapatkan keseimbangan informasi dalam pemberitaan selanjutnya.

Penulis : Ahyar