novasi dari Pesisir: Mengurai Strategi Kebijakan Publik Bupati Aep di Desa Pejaten

 


Hukum Suara.Live - CIBUAYA, KARAWANG — Di era ketika efektivitas kebijakan publik sering kali terdistorsi oleh tumpukan berkas laporan dan panggung seremoni, sebuah pendekatan inovatif berbasis kebutuhan riil masyarakat tengah diuji di pesisir utara Karawang. Lewat intervensi langsung di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Pemerintah Kabupaten Karawang merombak pola pembangunan konvensional menjadi gerakan berbasis dampak (impact-driven policy).

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan transformasi paradigma ini saat membuka rangkaian Gerakan Pangan Murah, Gerakan Tanam Cabai, dan Bazar UMKM di lokasi fokus Program P2WKSS Tahun 2026.

"Bagi saya, program ini bukan sekadar tentang penilaian atau seremoni. Selama program tersebut memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat, maka harus kita jalankan," tegas Bupati Aep di hadapan warga dan kader PKK.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen untuk mengikis gaya kepemimpinan birokratis yang berorientasi sekadar pada pemenuhan target administratif atau pencapaian piagam semata.

Model Pembangunan Inovatif: Tiga Pilar Akselerasi Kesejahteraan

Gebrakan yang dihadirkan Pemkab Karawangbersama Ketua TP-PKK Kabupaten Karawang, Hj. Vida Syaepuloh, menggabungkan tiga pilar utama pembangunan inklusif di tingkat akar rumput:

  • Ketahanan Pangan Mikro: Integrasi Gerakan Pangan Murah dan Gerakan Tanam Cabai memanfaatkan pekarangan warga sebagai benteng pertahanan pertama menghadapi inflasi dan lonjakan harga pangan.

  • Inkubasi Ekonomi Warga: Bazar UMKM tidak hanya menjadi sarana transaksi, tetapi juga medium penguatan usaha mikro berbasis keluarga agar memiliki daya saing berkelanjutan.

  • Infrastruktur Pendidikan Dini: Percepatan fasilitas PAUD di pelosok Cibuaya memastikan bahwa investasi SDM Karawang dimulai sejak rentang usia paling krusial.

Model Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan pendekatan ini terletak pada efisiensi sinergi antara Pemkab, TP-PKK, Muspika Cibuaya, hingga jaringan kader di tingkat desa. Dengan memotong sekat birokrasi, bantuan dan intervensi program dapat mendarat tepat pada sasaran yang membutuhkan.

Langkah terpadu di Desa Pejaten ini mempertegas arah baru tata kelola pemerintahan Karawang: memperkuat ketahanan nasional dari unit terkecilnya, yaitu keluarga yang sehat, berdaya secara ekonomi, dan berpendidikan.

Penulis : Hend