Tonggak Regenerasi Nagasari: Hari Mulyana Terpilih Pimpin Karang Taruna, Janjikan Era "Ekonomi Hijau" Pemuda

 


Suara Hukum.Live, KARAWANG BARAT – Aula Desa Nagasari hari ini menjelma menjadi miniatur parlemen rakyat, menandai episode penting dalam regenerasi kepemimpinan pemuda Karawang. Karang Taruna Desa Nagasari sukses menggelar pemilihan ketua untuk masa bakti 2025–2030, sebuah proses suksesi yang kental aroma demokrasi akar rumput.


Bukan sekadar pemilihan biasa, proses ini menunjukkan tingginya legitimasi Karang Taruna di Nagasari. Sebanyak 36 Ketua RW, yang merupakan representasi langsung dari masyarakat, hadir dan menggunakan hak suaranya. Mereka menjadi penentu nasib kepemimpinan pemuda selama lima tahun ke depan.



Hasil akhir pemilihan mengukuhkan Hari Mulyana sebagai pemenang gemilang. Hari berhasil meraup 16 suara, unggul tipis dari pesaing terdekatnya, Yusuf Suhendar, yang mengantongi 13 suara. Sementara itu, Ahmad Hidayat Permana memperoleh 7 suara.


Kemenangan Hari Mulyana bukan hanya soal angka, melainkan kemenangan bagi visi kemandirian lokal yang ia usung.


Dalam pidato perdananya usai penandatanganan berita acara pengesahan, Hari Mulyana langsung menancapkan fokus utamanya: menjadikan Karang Taruna sebagai motor penggerak ekonomi desa.


"Prioritas utama kami adalah membuka lapangan pekerjaan, mengoptimalkan potensi UMKM, dan secara intensif menggali potensi-potensi terpendam yang dimiliki Desa Nagasari," tegas Hari, menyoroti komitmennya untuk bekerja sama erat dengan Pemerintah Desa.


Visi ini mencerminkan pergeseran fokus dari sekadar kegiatan sosial rutin menjadi peran yang lebih strategis dan transformatif dalam pembangunan ekonomi Nagasari.


Di tempat yang sama, Egen, Ketua Karang Taruna Kecamatan Karawang Barat, menyambut terpilihnya Hari Mulyana dengan harapan yang tinggi. Egen secara spesifik mendesak Karang Taruna Nagasari untuk berkolaborasi total, tidak hanya dengan Pemerintah Desa, tetapi juga dengan pihak swasta.


"Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat harus terjalin kuat. Karang Taruna harus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan setiap program," ujar Egen.


Namun, yang paling mencuri perhatian adalah tantangan yang dilontarkan Egen terkait isu lingkungan. Ia mendorong Karang Taruna Nagasari untuk menjadikan pengelolaan sampah di desa itu sebagai "barometer" bagi desa-desa lain di Karawang Barat. Sebuah ambisi yang menempatkan pemuda sebagai inovator utama dalam krisis lingkungan lokal.


Selain itu, Egen mengingatkan kembali peran sosial dasar Karang Taruna, termasuk pengaktifan kembali kegiatan ronda malam untuk memastikan keamanan warga.


Egen menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya komunikasi horizontal yang solid. Ketua terpilih dituntut untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas, LSM, RT, dan RW. Soliditas inilah yang disebutnya sebagai fondasi untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.


Terpilihnya Hari Mulyana, yang disahkan oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan, Kepala Desa, dan Panitia Pelaksana, diharapkan benar-benar membawa energi baru yang inovatif dan transformatif bagi pemuda dan seluruh warga Nagasari, mengawali era di mana pemuda tidak hanya berpolitik, tetapi juga berekonomi.