Memanusiakan Hunian di Kota Industri: Misi Kemanusiaan Apindo Karawang Ubah Tangis Menjadi Bahagia



Suara Hukum.Live,  KARAWANG – Di tengah deru mesin industri yang menjadi urat nadi ekonomi Kabupaten Karawang, terselip sebuah realita pahit: masih ada warga yang berteduh di bawah atap rapuh dan beralaskan tanah. Menjawab tantangan sosial ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karawang melakukan aksi nyata yang melampaui sekadar seremoni Corporate Social Responsibility (CSR).

Pada Kamis (15/01/2026), sebuah momen emosional pecah di RT 13/04 Dusun Karang Seta, Kampung Crewet, Desa Medankarya. Isak tangis seorang wanita lansia tak terbendung saat jemarinya menyentuh dinding kokoh rumah barunya. Baginya, rumah tersebut adalah akhir dari mimpi buruk panjang berteman atap bocor dan lantai tanah yang lembap.



Ketua Apindo Karawang, H. Syukur, mengungkapkan bahwa program bantuan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) ini awalnya hanya direncanakan untuk lima lokasi. Namun, sebuah temuan di lapangan mengubah segalanya.

"Saat peninjauan, kami menemukan satu rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan, jauh dari standar keamanan. Hati kami tergerak. Kami putuskan saat itu juga untuk menambah satu titik lagi. Jadi, total ada enam hunian yang kami bangun kembali," ujar H. Syukur dengan nada haru.

Peresmian di Kampung Crewet ini menjadi istimewa karena kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara lengkap. Bupati Karawang, Kapolres, dan Dandim turun langsung ke lokasi, didampingi unsur Camat serta Kapolsek setempat. Kehadiran rombongan besar ini disambut meriah oleh warga yang tumpah ruah ke jalan.



Bagi warga penerima manfaat, kehadiran Apindo dan jajaran pimpinan daerah adalah berkah luar biasa.

"Dulu, setiap mendung datang kami tidak bisa tidur tenang karena takut atap roboh. Sekarang, alhamdulillah, kami bisa tidur nyaman tanpa dihantui rasa takut jika hujan turun," ungkap wanita lansia tersebut sambil menyapu air mata bahagianya.

Apindo Karawang menerapkan model eksekusi CSR yang inovatif dan mandiri,  Tim terjun ke gang-gang sempit untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Apindo mengelola pembangunan secara langsung demi menjamin kualitas bangunan yang sehat. Mengubah hunian lembap menjadi rumah sehat untuk memutus rantai penyakit.

"Harapan kami adalah benar-benar hadir untuk masyarakat. Kami ingin mengubah rumah yang tadinya kurang sehat menjadi lingkungan yang menyehatkan, sekaligus memberikan kebahagiaan nyata bagi pemiliknya," tambah H. Syukur.

Aksi ini menandai pergeseran paradigma CSR di Karawang—dari sekadar "pemberian bantuan" menjadi "pemberdayaan martabat". Kolaborasi antara sektor swasta (Apindo), TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah mengirimkan pesan kuat bahwa kemiskinan dan hunian tidak layak adalah musuh bersama.

Sinergi di Kampung Crewet ini diharapkan menjadi pemantik bagi pelaku industri lainnya untuk tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menoleh ke tetangga sekitar yang membutuhkan uluran tangan, demi mewujudkan Karawang yang lebih manusiawi.

Penulis Dewa