Bendung Kalimangsetan Direhabilitasi, Harapan Petani Sukra Amankan 800 Hektar Sawah dari Krisis Air dan Rob



Suara Hukum.Live,  INDRAMAYU – Proyek rehabilitasi infrastruktur krusial, Bendung Kalimangsetan di Kecamatan Sukra, Indramayu, kini memasuki tahap pengerjaan intensif. Proyek senilai hampir Rp 2 miliar ini menjadi tumpuan harapan ribuan petani untuk mengamankan lahan pertanian mereka dari ancaman kekeringan, krisis air, dan intrusi air laut (rob) yang semakin parah.


Dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2025, Bendung Kalimangsetan memiliki peran ganda yang sangat vital bagi sektor pertanian setempat.



Dari hasil pantauan tim di lapangan pada Rabu (5/11/2025), kontraktor pelaksana PT. Qisha Jaya Mandiri tengah mempercepat pengerjaan rehabilitasi. Fungsi utama bendung ini adalah sebagai pengendali debit air irigasi dan sekaligus benteng fisik untuk menahan pasang air laut agar tidak merusak lahan sawah.


Proyek ini menelan biaya pelaksanaan sebesar Rp 1.913.962.000,00 (Satu Milyar Sembilan Ratus Tiga Belas Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Dua Ribu Rupiah). Sesuai papan informasi proyek (Nomor Kontrak: 640/057/SPP/REH - BENDUNG - KMS SDA/2025), waktu pelaksanaan ditetapkan selama 120 hari kalender, dengan target penyelesaian pada 12 Desember 2025.


Informasi Proyek:


Pekerjaan: Rehabilitasi Kalimangsetan


Lokasi: Kecamatan Sukra, Indramayu


Sumber Dana: APBD TA 2025


Target Fungsional: Desember 2025


Dampak Langsung bagi 800 Hektar Lahan

Jika rehabilitasi rampung dan bendung berfungsi optimal, diperkirakan mampu mengairi lahan persawahan seluas lebih dari 800 hektar. Kapasitas ini sangat penting dalam menjaga produktivitas pertanian di wilayah tersebut.


"Kami sangat senang dengan adanya pembangunan ini," ujar Ali, seorang petani dan warga setempat, kepada wartawan. "Manfaatnya besar sekali. Dengan bendung ini, debit air sawah bisa dikendalikan. Yang paling penting, air rob laut yang tiap tahun makin naik itu bisa tertahan, jadi sawah kami tidak payau lagi," tambahnya, mencerminkan antusiasme dan kebutuhan mendesak masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Indramayu melihat proyek Bendung Kalimangsetan sebagai investasi strategis dalam mitigasi dampak perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan daerah. Rehabilitasi ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan hasil pertanian sekaligus melindungi wilayah pesisir utara dari intrusi air asin.


Arief