Suara Hukum.Live, Organisasi Islam modern terbesar di
Indonesia, Muhammadiyah, baru saja merayakan miladnya yang ke-113 tahun. Ucapan
selamat dan apresiasi tulus datang langsung dari pimpinan tertinggi Kabupaten
Karawang, Bupati H. Aep Syaepuloh, S.E., yang menyoroti peran sentral
organisasi ini dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Melalui pernyataan resminya, Bupati
Aep menyampaikan:
"Wilujeng Milad Muhammadiyah
ke-113. Terima kasih atas segala kontribusi nyata dalam pendidikan, kesehatan,
dan dakwah pencerahan. Semoga sinergi kebaikan terus terjaga untuk memajukan
kesejahteraan bangsa."
Pernyataan ini bukan sekadar
formalitas, melainkan pengakuan terhadap tiga pilar utama kontribusi
Muhammadiyah yang dirasakan langsung oleh masyarakat Karawang.
Bupati Aep secara spesifik
menggarisbawahi tiga sektor vital tempat Muhammadiyah berkontribusi secara
signifikan:
- Pendidikan:
Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah dikenal sebagai pelopor pendidikan
modern yang berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa. Di Karawang,
sekolah dan perguruan tinggi yang bernaung di bawah payung Muhammadiyah
menjadi salah satu tulang punggung dalam mencetak generasi unggul.
- Kesehatan:
Jaringan layanan kesehatan seperti klinik hingga rumah sakit milik
Muhammadiyah seringkali menjadi garda terdepan, terutama dalam memberikan
layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas kepada masyarakat luas.
- Dakwah Pencerahan:
Kontribusi dakwah Muhammadiyah yang inklusif, modern, dan berorientasi
pada kemajuan sosial dinilai membawa suasana yang sejuk dan mencerahkan di
tengah keberagaman masyarakat Karawang.
Di usia yang telah melampaui satu
abad, Bupati Aep Syaepuloh berharap agar hubungan baik dan sinergi antara
Pemerintah Kabupaten Karawang dengan Muhammadiyah dapat terus diperkuat.
"Sinergi kebaikan ini harus
terus terjaga," tegasnya. Tujuannya jelas, yakni agar kolaborasi antara
pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang kuat mampu menciptakan akselerasi
dalam memajukan kesejahteraan dan membangun Karawang yang lebih maju.
Milad ke-113 ini menjadi momentum
untuk merefleksikan kembali sejarah panjang Muhammadiyah sekaligus menegaskan
kembali komitmen bersama untuk melanjutkan gerakan kemajuan demi kepentingan
seluruh masyarakat.