"Jemput Bola ke Bandung, Bupati Karawang Pastikan Akses Air Murah dan Melimpah"

 


Suara Hukum.Live, BANDUNG – Menghadapi tantangan krisis air di tengah pesatnya pertumbuhan daerah, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, melakukan langkah proaktif dengan menyambangi Kota Kembang hari ini. Bukan sekadar kunjungan kerja biasa, agenda ini merupakan upaya diplomasi air lintas instansi demi mengamankan masa depan kedaulatan air di Kabupaten Karawang.

Rapat koordinasi tingkat tinggi ini mempertemukan Pemerintah Daerah dengan para pemangku kebijakan krusial, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perumdam Tirta Tarum, hingga Dinas PUPR.

Dalam pernyataannya, Bupati Aep menegaskan bahwa Karawang kini berada pada titik krusial di mana kebutuhan air terus melonjak secara eksponensial.

"Kami tidak ingin hanya sekadar menyediakan air, tapi mewujudkan Kemandirian Air. Ini adalah kebutuhan dasar yang harus tersedia secara mudah, murah, dan melimpah bagi seluruh lapisan masyarakat," tegas Bupati.

Visi Bupati Aep terbagi dalam tiga fokus utama:

  1. Ketahanan Pangan: Memastikan aliran irigasi tidak terhambat untuk mendukung produktivitas petani.
  2. Stabilitas Industri: Menjamin pasokan air baku bagi sektor industri sebagai mesin penggerak ekonomi.
  3. Kesejahteraan Warga: Memastikan akses air bersih yang merata di setiap titik pemukiman.

Salah satu poin paling progresif dalam pertemuan tersebut adalah desakan Bupati kepada BBWS untuk segera melakukan percepatan pengerukan sedimentasi.

Pendangkalan aliran irigasi dinilai menjadi penghambat utama distribusi air ke lahan-lahan pertanian. Dengan pengerukan yang masif, diharapkan para petani di Karawang dapat menjalankan aktivitas tanam dengan "lancar dan nyaman" tanpa dihantui risiko kekeringan buatan akibat infrastruktur yang tidak optimal.

Langkah Bupati ini menandai era baru manajemen sumber daya air di Karawang yang lebih integratif. Dengan menyatukan visi antara penyedia infrastruktur (BBWS), pengelola distribusi (Perumdam), dan teknis daerah (PUPR), Karawang optimistis mampu menjadi daerah mandiri air di Jawa Barat.

"Hatur Nuhun," tutup Bupati, mengisyaratkan apresiasi atas dukungan semua pihak yang terlibat dalam proyek strategis ini.