Suara Hukum. Live, KARAWANG – Rivalitas panas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang akan tersaji pada Minggu (11/1/2026) mendatang memicu respons cepat dari aparat penegak hukum. Demi menjaga "marwah" kondusivitas Kota Pangkal Perjuangan, Polres Karawang secara resmi mengeluarkan instruksi tegas: Nikmati Nobar, Lupakan Konvoi.
Bukan sekadar imbauan rutin, langkah ini diambil sebagai upaya preventif memutus rantai potensi gesekan antar-akar rumput (Bobotoh dan The Jak Mania) yang kerap memanas saat tensi pertandingan meninggi.
Strategi "Langsung Pulang": Memutus Rantai Gesekan
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menekankan bahwa euforia mendukung tim kesayangan tidak boleh dibayar dengan terganggunya ketertiban umum. Pola pengamanan kali ini difokuskan pada mobilitas suporter pasca-pertandingan.
"Kami mengimbau suporter untuk cukup menyaksikan melalui layar lebar (nobar). Begitu peluit akhir berbunyi, langsung pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada perayaan di jalan raya, tidak ada konvoi," tegas Ipda Cep Wildan, Jumat (9/1/2026).
Langkah Taktis di Titik Rawan
Polres Karawang tidak ingin kecolongan. Sejumlah langkah strategis telah dipetakan, di antaranya:
Personel khusus akan disiagakan di titik-titik krusial yang dianggap rawan menjadi pusat berkumpulnya massa.
Memantau pergerakan arus lalu lintas untuk memastikan tidak ada simpul kemacetan akibat aksi euforia berlebihan.
Mengajak koordinator lapangan (Korlap) masing-masing kelompok suporter untuk menjaga kedewasaan anggota mereka.
Kedewasaan di Atas Rivalitas
Polres Karawang mengingatkan bahwa sportivitas sejati diuji bukan saat pertandingan berlangsung, melainkan bagaimana suporter menyikapi hasil akhir.
"Kalah atau menang adalah bumbu olahraga. Yang utama adalah keamanan warga Karawang. Kami ingin suporter menunjukkan sikap dewasa," tambah Ipda Cep Wildan.
Dengan tensi Liga 1 yang kian memuncak, Karawang bersiap membuktikan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan hijau, sementara persaudaraan dan ketertiban adalah harga mati.
Penulis : Madun