Hadiri Rakernas APKASI di Batam, Para Bupati Se-Indonesia Matangkan Strategi Implementasi Asta Cita



Suara Hukum.Live,  BATAM – Wajah masa depan pembangunan Indonesia tengah digodok di perbatasan kepulauan. Bertempat di Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, para nakhoda daerah berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya kolektif untuk menjahit visi daerah dengan ambisi nasional.

Dengan semangat "Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera", Rakernas ini menjadi panggung bagi para Bupati se-Indonesia untuk memastikan bahwa gerak langkah pembangunan di tingkat akar rumput tetap berada dalam rel agenda prioritas nasional.

Perhelatan ini dibuka dengan nuansa kolaboratif yang kuat. Gubernur Kepulauan Riau menyambut para delegasi sebagai tuan rumah, didampingi Gubernur Kalimantan Timur yang memberikan perspektif integrasi provinsi. Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menekankan bahwa efektivitas pembangunan nasional sangat bergantung pada sinkronisasi di level kabupaten.

"Kabupaten adalah ujung tombak pelayanan publik. Rakernas ini adalah forum untuk memastikan bahwa setiap kebijakan di daerah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari narasi besar kesejahteraan nasional," ungkapnya di hadapan para kepala daerah.

Mengapa tema Asta Cita menjadi krusial? Forum ini membedah bagaimana delapan misi besar nasional dapat diterjemahkan ke dalam program kerja lokal yang konkret. Ada tiga pilar utama yang menjadi sorotan dalam diskusi strategis kali ini: Membangun kemandirian daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan kabupaten. Menghilangkan hambatan birokrasi antara regulasi pusat dan implementasi di daerah. Memastikan program sosial tepat sasaran dengan penguatan administrasi pemerintahan desa dan kecamatan.

Melalui Rakernas di Batam ini, para Bupati berkomitmen untuk membawa pulang strategi baru guna mempercepat pembangunan di wilayah masing-masing. Pertemuan ini menegaskan posisi APKASI sebagai jembatan diplomasi yang tangguh dalam memperjuangkan kepentingan daerah di kancah nasional.

Energi yang terpancar dari forum ini diharapkan mampu mengonversi tantangan global menjadi peluang lokal, menjadikan setiap kabupaten di Indonesia sebagai motor penggerak kesejahteraan yang inklusif.

Penulis : Dewa