Suara Hukum.LiveKARAWANG – Bagi masyarakat umum, indikator kualitas air seringkali hanya diukur dari apa yang tertangkap oleh mata telanjang. Namun, Perumdam Tirta Tarum Karawang baru-baru ini mengeluarkan edukasi penting bagi para pelanggan: bahwa air yang terlihat bening di permukaan belum tentu menjamin kesehatan bagi penggunanya.
Kampanye literasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa kejernihan visual seringkali menjadi "ilusi" yang menyembunyikan kandungan berbahaya yang tidak kasatmata.
Dalam keterangan resminya, Perumdam Tirta Tarum menjelaskan bahwa air yang terlihat jernih secara fisik masih memiliki potensi mengandung polutan mikro. Kandungan seperti bakteri patogen, zat besi (Fe) yang berlebih, hingga residu kimia berbahaya lainnya seringkali tidak merubah warna air, namun dapat berdampak buruk pada kesehatan dalam jangka panjang.
"Penting bagi kita untuk memahami bahwa jernih tidak selalu berarti sehat. Ada parameter mikrobiologi dan kimiawi yang harus dipenuhi sebelum air dinyatakan layak konsumsi," ungkap manajemen Tirta Tarum.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Perumdam Tirta Tarum Karawang membeberkan protokol keamanan air yang mereka terapkan. Perusahaan memastikan bahwa setiap tetes air yang didistribusikan telah melewati "filter" kualitas yang berlapis:
Proses Pengolahan Terstandar: Pengolahan air dilakukan dengan teknologi yang mampu memisahkan polutan halus.
Pemantauan Real-Time: Pengawasan ketat dilakukan secara berkala pada setiap jalur distribusi.
Uji Laboratorium Rutin: Analisis mendalam dilakukan di laboratorium internal untuk memastikan air memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan.
Langkah edukatif ini merupakan bagian dari komitmen Perumdam Tirta Tarum untuk meningkatkan standar hidup warga Karawang. Dengan mengedepankan aspek keamanan di atas sekadar penampilan, perusahaan pelat merah ini ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses air yang benar-benar sehat.
Kini, fokus layanan tidak lagi hanya tentang distribusi kuantitas, melainkan jaminan kualitas yang akuntabel. Melalui transparansi proses pengolahan ini, Perumdam Tirta Tarum mengajak "Teman Tarum" (sebutan akrab pelanggan) untuk menjadi konsumen yang lebih cerdas dan peduli terhadap kualitas air di rumah masing-masing.
Penulis :Kinah
