Suara Hukum. Live, KARAWANG – Ada pemandangan berbeda yang akan menjadi pemandangan wajib di kantor-kantor dinas hingga ruang kelas di Kabupaten Karawang mulai pekan ini. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, baru saja menabuh genderang perang terhadap kekumuhan melalui instruksi "Gerakan Bersih Pagi" sebelum memulai aktivitas birokrasi.
Langkah ini ditegaskan Aep usai melantik 13 pejabat di Kantor Disdukcapil, Selasa (3/2). Bukan sekadar imbauan lisan, sang Bupati tengah menyiapkan Surat Edaran resmi yang menyasar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud.
Aep menginginkan perubahan pola pikir (mindset) yang dimulai dari hal sederhana namun konsisten.
"Hanya butuh 5 sampai 10 menit. Sebelum kerja, semua wajib menyisir area masing-masing. Ini berlaku untuk semua, termasuk di area kantor saya sendiri," tegas Aep.
Instruksi ini diproyeksikan menjadi ritual harian para ASN dan siswa sekolah untuk memastikan lingkungan kerja dan belajar dalam kondisi prima sebelum melayani masyarakat.
Armada Baru di Jalur Aspal
Menyadari bahwa semangat saja tidak cukup, Pemkab Karawang tahun ini juga melakukan akselerasi infrastruktur kebersihan. Strategi "jemput bola" diperkuat dengan:
Peningkatan kapasitas Tempat Pembuangan Sampah Terpadu.
Pengadaan mobil amrol baru untuk mempercepat mobilitas pengangkutan sampah dari titik pemukiman.
Bupati juga memberikan peringatan keras terkait menjamurnya titik pembuangan sampah liar yang merusak estetika kota. Ia telah menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pengawasan ketat dan tindakan tegas bagi pelanggar.
"Tahun ini ada penambahan mobil sampah. Untuk yang masih nekat buang sampah sembarangan, saya sudah instruksikan Kadis LH untuk menangani itu secara serius," tambahnya.
Penulis : Madun. Qqq1qqq