Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan: Bupati Aep Syaepuloh Fokus Benahi Infrastruktur dan Genjot Ekonomi Rakyat Lewat Bazzar Ramadhan

 


Suara Hukum.Live KARAWANG – Kalender birokrasi Kabupaten Karawang hari ini mencatat satu tahun perjalanan duet H. Aep Syaepuloh dan Maslani dalam memimpin daerah berjuluk Kota Pangkal Perjuangan. Namun, pemandangan di gedung pemerintahan tampak berbeda dari biasanya; tak ada pesta pora atau seremoni mewah.

Bupati Aep justru memilih merayakan satu tahun masa baktinya dengan cara yang lebih membumi: membaur bersama rakyat dan pelaku usaha kecil di Lapangan Karangpawitan. Momen ini ditandai dengan peresmian Bazzar Ramadhan 1447 H, sebuah langkah simbolis yang menegaskan arah kebijakan ekonomi kerakyatan di periode kepemimpinan mereka.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Bupati Aep menyampaikan pernyataan yang cukup reflektif. Ia secara terbuka mengakui bahwa perjalanan satu tahun ini merupakan masa transisi yang penuh tantangan sekaligus dasar untuk pembenahan besar-besaran.

"Kami menyadari sepenuhnya, masih banyak hal yang perlu kita benahi dan kerjakan bersama-sama untuk memajukan kabupaten yang kita cintai ini. Membangun Karawang adalah kerja kolektif," ujar Bupati Aep di hadapan para warga.

Ia menegaskan bahwa isu-isu fundamental—mulai dari akselerasi infrastruktur jalan dan jembatan, perbaikan fasilitas publik, hingga urusan pendidikan, kesehatan, dan ketersediaan lapangan kerja—tetap menjadi prioritas utama yang terus diikhtiarkan setiap harinya.

Peresmian Bazzar Ramadhan di tengah peringatan satu tahun kepemimpinan ini bukan tanpa alasan. Bagi pasangan Aep-Maslani, penguatan sektor UMKM adalah jantung dari ketahanan ekonomi daerah. Bazzar ini dirancang bukan sekadar tempat berjualan takjil, melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan perputaran uang di tingkat akar rumput.

Tiga Target Strategis Bazzar Ramadhan 1447 H:

  • Stimulus Omzet: Memberikan panggung bagi produk lokal Karawang untuk menyerap daya beli masyarakat di bulan suci.

  • Akselerasi Perputaran Uang: Menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri di wilayah perkotaan.

  • Peningkatan Kelas UMKM: Memberikan ruang promosi yang lebih representatif bagi pedagang kecil.

Menutup agenda resminya, Bupati Aep mengajak warga untuk mendukung gerakan belanja di tetangga sendiri. Karangpawitan kini disulap menjadi pusat kuliner Ramadan yang tertata, siap menyambut warga yang ingin berburu hidangan berbuka puasa.

"Wargi Karawang yang ingin mencari takjil, silakan datang ke Karangpawitan. Dengan belanja di sini, secara langsung kita ikut memperkuat ekonomi saudara-saudara kita para pelaku UMKM lokal," tutupnya.

Meski satu tahun barulah babak awal dalam sejarah panjang Karawang, di bawah kepemimpinan Aep-Maslani, ada pesan kuat yang tersampaikan: bahwa kemajuan daerah dimulai dari keberanian mengakui kekurangan dan komitmen untuk terus bekerja di tengah rakyat.

Penulis : Dewa