Suara hukum.Live - KARAWANG – Markas Batalion Infanteri (Yonif) 305/Tengkorak biasanya identik dengan deru mesin taktis dan disiplin fisik yang ketat. Namun, di bawah naungan langit malam Karawang yang tenang kali ini, suasana perkasa itu mendadak melunak oleh lantunan ayat suci dan suasana kebatinan yang mendalam.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama jajaran Forkopimda—Kapolres dan Dandim 0604 Karawang—memilih menanggalkan sejenak urusan birokrasi demi menunaikan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Mereka melebur dalam satu saf bersama keluarga besar pasukan elite kebanggaan masyarakat Karawang tersebut.
Bagi Bupati Aep, kehadiran jajaran pemerintah di tengah-tengah prajurit petarung bukan sekadar menggugurkan kewajiban ibadah di bulan suci. Ia memiliki istilah sendiri untuk menggambarkan kedekatan emosional ini: "Sajadah Sinergi".
"Suasana penuh khusyuk dan kebersamaan malam ini terasa begitu hangat. Ini bukan hanya soal ibadah, tapi tentang menjaga denyut silaturahmi antara Pemkab, TNI, dan Polri," ungkap Aep dengan nada rendah hati usai kegiatan.
Di balik rapatnya barisan salat, tersirat pesan kuat mengenai stabilitas daerah. Sinergi antara pemerintah daerah dengan Yonif 305, Kodim 0604, dan Polres Karawang adalah fondasi utama dalam menjaga keamanan di tengah dinamika Karawang sebagai kabupaten industri yang heterogen.
Kehangatan malam itu tak lepas dari peran tuan rumah, Danyon 305/Tengkorak, Mayor Inf Afdal Eko Putra, yang telah menyiapkan fasilitas ibadah dengan begitu representatif. Suasana semakin teduh saat Gus Aldi, ulama muda asli Karawang, memberikan tausiyah yang mengingatkan bahwa menjaga ukhuwah adalah bagian dari tugas negara.
Pertemuan ini menjadi simbol penting bagi publik: bahwa di Karawang, kekuatan fisik (militer dan polisi) serta kekuatan administratif (pemerintah) tetap berpijak pada nilai-nilai spiritualitas yang sama.
"Semoga kebersamaan di saf yang sama malam ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Karawang. Ketika pilar-pilarnya solid, rakyat pun tenang," tutup sang Bupati sebelum meninggalkan markas pasukan elite tersebut.
Penulis : Dewa
