Suara Hukum.LIve KARAWANG – Bagi ribuan komuter dan pengemudi logistik yang setiap hari melintasi Interchange Karawang Barat, pemandangan alat berat dan petugas berompi oranye mungkin terasa seperti gangguan di tengah kemacetan. Namun, di balik bising mesin dan kepulan debu jalanan, sebuah transformasi besar sedang digulirkan.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, telah menginstruksikan akselerasi infrastruktur secara masif. Saat ini, tim teknis sedang berjibaku melakukan "operasi senyap" berupa penambalan jalan (patching) di titik-titik krusial yang selama ini menjadi momok bagi pengendara.
Bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, perbaikan jalan bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan investasi keselamatan publik. Mengingat status Karawang sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, jalan yang mantap adalah urat nadi ekonomi.
Ada tiga misi utama yang diusung dalam proyek ini: Menghapus variabel lubang jalan sebagai pemicu utama kecelakaan lalu lintas. Memastikan distribusi barang menuju dan dari kawasan industri tidak terhambat oleh perlambatan mendadak (efek kejut). Langkah preventif untuk menjaga fondasi jalan agar tidak rusak lebih dalam sebelum masuk tahap perbaikan permanen.
Penambalan yang dilakukan saat ini barulah babak pembuka. Kabar yang paling dinantikan publik akhirnya terkonfirmasi: Mei 2026 akan menjadi titik balik infrastruktur Karawang. Ruas utama Interchange Karawang Barat dan Karawang Timur dijadwalkan masuk ke meja bedah melalui Rekonstruksi Menyeluruh.
Pemerintah menargetkan kondisi yang dalam istilah lokal disebut "Full Leucir"—sebuah janji akan permukaan jalan yang mulus, rata, dan tanpa gelombang.
"InsyaAllah, Mei besok ruas Karawang Barat dan Timur akan direkonstruksi total. Kami tidak ingin setengah-setengah; targetnya jalan benar-benar mulus demi kenyamanan dan martabat wajah kota kita di mata luar," tegas salah satu perwakilan pelaksana proyek di lapangan.
Selama masa transisi menuju Mei 2026, pengguna jalan diharapkan maklum terhadap kepadatan yang mungkin terjadi. Pemerintah menitipkan tiga pesan penting bagi para pengendara: Fokus tinggi saat mendekati area pengerjaan patching. Patuhi arahan petugas lapangan guna meminimalisir sumbatan di titik penyempitan jalur. Bersabar di tengah progres, karena debu dan getaran hari ini adalah harga untuk kenyamanan berkendara di hari esok.
Wajah infrastruktur Karawang tengah bersiap untuk bersolek. Jika semua berjalan sesuai rencana, Mei mendatang kita akan menyaksikan gerbang utama kota ini tampil dengan wajah baru yang lebih prima.
