Humanis: Pemuda Pancasila Karawang Jadikan Santunan Yatim sebagai "Napas" Organisasi

Suara Hukum. Live -KARAWANG – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang kembali menunjukkan wajah humanisnya di tengah bulan suci Ramadan.
 Tak sekadar seremoni, acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar pada Senin (09/03/2026) ini menjadi momentum penegasan bahwa eksistensi organisasi harus berbanding lurus dengan kemanfaatan sosial.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Bunda Reni, serta jajaran pengurus MPC Subang. Namun, fokus utama tetap tertuju pada puluhan anak yatim yang hadir untuk menerima santunan dan doa bersama.
Dalam sambutannya, Ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang, Abdul Aziz, S.E., menyampaikan pesan yang cukup mendalam. Ia menekankan bahwa kepedulian sosial, terutama kepada anak yatim, bukan lagi sekadar pilihan, melainkan instruksi yang harus mendarah daging di seluruh jenjang organisasi, mulai dari tingkat kabupaten hingga basis.

"Sekecil apa pun kegiatan kita, wajib melibatkan anak yatim. Saya ingin membiasakan seluruh kader bahwa Pemuda Pancasila memiliki naluri kepedulian yang tinggi. Kita ada untuk kepentingan bangsa, agama, dan negara," tegas Abdul Aziz.

Ia juga menambahkan bahwa ini merupakan tahun kelima berturut-turut MPC Karawang konsisten menggelar agenda serupa sebagai bentuk evaluasi diri dan pengabdian nyata.

Di hadapan para kadernya, Abdul Aziz juga memberikan teguran edukatif mengenai etika selama bulan puasa. Ia mengingatkan agar seluruh anggota menjaga perilaku di ruang publik guna menjaga nama baik pribadi maupun organisasi.

"Kita harus menjaga etika. Hindari perbuatan yang bisa merugikan orang lain. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu melaksanakan amanat dan programnya dengan jelas, baik itu program kaderisasi maupun sosial kemasyarakatan," tambahnya.

Tak hanya soal sosial, Abdul Aziz juga menyinggung aspek strategis organisasi. Menindaklanjuti edaran dari Majelis Pimpinan Nasional (MPN), ia menginstruksikan para ketua PAC untuk tancap gas melakukan rekrutmen dan pembenahan administrasi (KTAnisasi) segera setelah Idul Fitri.

Pihaknya berencana menggelar pelatihan kepemimpinan (Leadership Training) yang akan melibatkan unsur Polri dan Pemerintah Daerah guna meningkatkan kualitas SDM anggota.

"Organisasi kita bukan organisasi statis. Kita akan evaluasi kinerja tiap unit. Jika tidak mampu menjalankan tugas, masih banyak kader lain yang siap. Kita ingin mencetak pemimpin yang paham cara menjalankan organisasi dengan benar dan positif," pungkasnya
Penulis : Kinah