KARAWANG – Menjelang siklus mobilisasi terbesar tahunan, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026, Senin (09/03/2026), Pemkab Karawang bersama jajaran Kepolisian resmi meluncurkan blue print pengamanan yang mengedepankan sinergi taktis dan manajemen massa berbasis komunitas.
Berlangsung di Aula Gedung Singaperbangsa, koordinasi ini menandai kesiapan Karawang sebagai titik krusial jalur mudik nasional dalam periode krusial 13–25 Maret 2026.
Plt. Asisten Daerah I, Ridwan Salam, yang hadir mewakili Bupati Karawang, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan akselerasi teknis. Dinas Perhubungan kini memegang mandat kritis: memastikan kelaikan armada operasional dan mengunci pengawasan di titik-titik blind spot kecelakaan.
“Kami bergerak melampaui rutinitas. Dinas terkait harus proaktif. Dishub wajib mengawasi kesiapan armada dan titik-titik rawan secara presisi demi menjamin keamanan mobilisasi warga,” tegas Ridwan.
Salah satu poin paling inovatif dalam kebijakan tahun ini adalah upaya memecah konsentrasi massa pada malam takbiran. Guna meminimalisir risiko gesekan di jalan raya atau konvoi yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, Pemkab Karawang menghadirkan strategi "Rekayasa Euforia".
Pemerintah akan memusatkan energi masyarakat melalui Lomba Bedug Serentak di tiga zona penyangga: Rengasdengklok, Cikampek, dan Karawang Kota. Strategi ini dirancang untuk mengubah kerumunan yang tidak terkendali menjadi festival budaya yang terpusat dan positif.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, membedah kekuatan personel gabungan sebanyak 1.756 jiwa yang akan mengisi ekosistem pengamanan berlapis:
| Kategori Pos | Jumlah Titik | Fokus Layanan |
| Pos Terpadu | 1 | Pusat Komando & Monitoring Real-time |
| Pos Pelayanan (Posyan) | 4 | Rest Area & Bantuan Medis Pemudik |
| Pos Pengamanan (Pospam) | 17 | Pengaturan Arus Tol & Arteri |
| Pos Wisata | 11 | Manajemen Kerumunan di Destinasi Liburan |
Tak hanya berfokus pada aspal panas tol dan jalur arteri, operasi tahun ini memberikan perhatian khusus pada "titik lelah" di destinasi wisata. Petugas akan dikerahkan untuk memastikan pergerakan massa di lokasi hiburan tetap terkendali, menjadikan libur lebaran 2026 sebagai perayaan yang tidak hanya meriah, tapi juga aman secara sistematis. (Diskominfo)
