Sentuhan 'Tangan Dingin' Bupati Aep: Membedah Gotong Royong Modern di Karangpawitan



Suara Hukum.Live KARAWANG – Bukan sekadar seremonial gunting pita, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, kembali menunjukkan gaya kepemimpinan yang memadukan empati sosial dengan gerak cepat birokrasi. Kali ini, sorot mata tertuju pada sebuah hunian sederhana di Kelurahan Karangpawitan milik Mak Samih, yang segera bertransformasi dari simbol keterbatasan menjadi bukti nyata kepedulian kolektif.

Melalui program Rumah Layak Huni (Rulahu) di bawah komando @dprkpkrwkab, proyek ini membawa nafas baru dalam tata kelola hunian rakyat. Inovasi yang diusung Bupati Aep bukan hanya terletak pada ketersediaan anggaran, melainkan pada aktivasi ekosistem gotong royong.

"Bismillah, besok rumah Mak Samih akan segera dibongkar. Namun, yang menarik adalah semangat masyarakat sekitar yang turun tangan langsung secara swadaya," ujar Bupati Aep dengan nada optimis.

Dalam perspektif jurnalistik modern, langkah ini mencerminkan tiga pilar inovasi sosial: Instruksi pembongkaran yang dilakukan esok hari menunjukkan hilangnya sekat birokrasi yang berbelit.. Menggerakkan warga sekitar untuk ikut membongkar adalah cara Bupati Aep mengembalikan marwah gotong royong di tengah arus modernisasi.Fokus @dprkpkrwkab kini bukan sekadar statistik jumlah bangunan, melainkan kualitas hidup warga seperti Mak Samih.

"Pembangunan fisik adalah prioritas, tapi kebersamaan warga adalah fondasi utamanya. Kita ingin Mak Samih tidur dengan nyenyak tanpa khawatir saat hujan turun."H. Aep Syaepuloh.

Besok, deru alat dan tawa warga Karangpawitan akan menjadi simfoni pembangunan yang inklusif. Bagi Mak Samih, ini bukan sekadar dinding baru, melainkan harapan baru yang dirajut bersama oleh pemerintah dan tetangga terdekat.

Penulis : Hendrik