Suara Hukum.Live -KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menyiapkan strategi baru untuk menyulap euforia malam takbiran menjadi ajang kreativitas yang terpusat. Ali-alih membiarkan konvoi liar di jalan raya, Pemkab Karawang berencana menggelar festival sekaligus lomba menabuh bedug besar-besaran di penghujung Ramadhan 1447 H.
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang biasanya meningkat di malam puncak kemenangan. Dengan sisa waktu kurang lebih dua minggu menjelang Idul Fitri, rencana ini mulai dimatangkan melalui koordinasi lintas sektoral.
Pemerintah Daerah menegaskan bahwa rencana ini telah mendapatkan lampu hijau dari jajaran Forkopimda. Sinergi antara pemerintah, Polri, dan TNI menjadi fondasi utama dalam mengawal transisi perayaan malam takbiran dari jalanan menuju titik-titik festival yang terpusat.
“Kami sudah berkoordinasi intensif dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim. Insya Allah, lomba bedug ini dapat terlaksana secara maksimal, asalkan masyarakat memiliki komitmen yang sama: menjaga suasana takbiran tetap lancar, aman, dan kondusif,” ujar perwakilan Pemerintah Daerah Karawang.
Strategi ini tidak hanya bersifat top-down. Kesuksesan parade penilaian bedug ini akan bergantung pada efektivitas sosialisasi di tingkat paling bawah. Pemkab Karawang telah menginstruksikan para Camat, Kepala Desa, hingga personel Babinkamtibmas dan Babinsa untuk bergerak serentak.
Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman kepada warga bahwa perayaan malam takbiran akan jauh lebih bermakna dan aman jika dilakukan melalui ajang parade kebudayaan daripada melakukan aktivitas berisiko di jalur arteri atau jalan protokol.
Festival ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemuda dan aktivis masjid untuk menunjukkan keterampilannya dalam seni menabuh bedug. Selain menjadi sarana syiar agama, parade ini diproyeksikan menjadi daya tarik wisata religi lokal yang tertib.
“Kami menugaskan seluruh aparatur kewilayahan untuk segera mensosialisasikan rencana ini. Kita ingin euforia masyarakat tetap ada, namun dengan kanal yang lebih positif dan terukur,” tambahnya.
Melalui festival ini, Pemkab Karawang ingin mengirimkan pesan bahwa menjaga tradisi tidak harus berbenturan dengan aturan keamanan. Malam takbiran 1447 H diharapkan menjadi momen kemenangan yang tidak hanya syahdu, tetapi juga menjadi contoh bagi manajemen massa yang rapi dan inovatif.
Penulis : Dewa
