Suara hukum. Live, KARAWANG – Di bawah sorotan lampu Ballroom Hotel Resinda, Rabu (15/4/2026), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang resmi membuka lembaran baru. Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-8 bukan sekadar seremoni pergantian estafet kepemimpinan, melainkan sebuah proklamasi transformasi organisasi di tengah badai ekonomi global.
Melalui mufakat yang solid, Aris Susanto resmi terpilih menjadi nakhoda Kadin Karawang untuk masa bakti 2026-2031. Mandat ini datang dengan ekspektasi tinggi: mengubah Kadin dari sekadar organisasi profesi menjadi mesin penggerak ekonomi yang mandiri dan berkeadilan di "Bumi Pangkal Perjuangan".
Sebelum menduduki kursi ketua definitif, Aris Susanto yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJS), telah melakukan langkah radikal berupa penataan internal. Baginya, Mukab ke-8 adalah muara dari upaya mengembalikan marwah organisasi.
"Kita tidak boleh lagi terjebak dalam eksklusivitas yang hanya sibuk mengurus diri sendiri," tegas Aris dalam orasi visinya.
Ia memperkenalkan konsep "Rumah Bersama", sebuah ekosistem inklusif di mana pelaku UMKM dan pengusaha muda memiliki kursi yang sama di meja perundingan dengan raksasa industri. Strategi ini dipandang krusial untuk memperkuat daya tahan ekonomi lokal terhadap fluktuasi geopolitik dunia yang kian tak menentu.
Hadir dalam momentum tersebut, Ketua Kadin Jawa Barat, Nizar, memberikan penekanan khusus pada aspek legitimasi. Di tengah isu dualisme yang kerap menerjang organisasi besar, Nizar menegaskan bahwa Kadin Karawang berdiri di atas landasan Undang-Undang yang tak tergoyahkan.
"Legalitas adalah kompas kita. Kadin bukan bagian dari birokrasi, namun kami adalah mitra strategis pemerintah yang wajib menciptakan ekosistem usaha yang bersih dan kuat," ujar Nizar.
Nizar meyakini, di bawah kepemimpinan baru, Kadin Karawang akan lebih lincah bermanuver, tidak hanya di sektor perdagangan, tetapi juga dalam menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri masa depan
Mukab ke-8 ini diproyeksikan menjadi titik balik bagi ekonomi masyarakat Karawang. Targetnya jelas: melahirkan program kerja berbasis pakta integritas yang berorientasi pada kemandirian.
Pertemuan besar ini ditutup dengan pesan persatuan yang kuat. Era "jalan sendiri-sendiri" bagi para pengusaha Karawang dianggap telah berakhir. Kini, dengan nahkoda baru dan semangat kolaborasi, Kadin Karawang bersiap membuktikan perannya sebagai integrator utama demi mewujudkan Karawang yang maju dan berdaya saing global.
Penulis : TM Dani