Metamorfosis Medan Denai: Guntur Syahputra Kembali Pimpin Pemuda Pancasila 2026–2029


Suara Hukum. LiveMEDAN — Aromatika dinamika organisasi kepemudaan kembali berdenyar di jantung Kota Medan. Melalui Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang dihelat di Wisma Menteng Indah, Guntur Syahputra resmi dikukuhkan kembali secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai untuk periode 2026–2029.

​Terpilihnya Guntur bukan sekadar perpanjangan mandat, melainkan sebuah bentuk validasi atas konsistensi kepemimpinannya dalam merawat soliditas kader serta merajut kedekatan emosional dengan masyarakat akar rumput selama periode sebelumnya.

​Dekonstruksi Stigma: Dari "Jagoan Kampung" Menjadi "Preman Intelektual"

​Wajah Pemuda Pancasila hari ini tengah mengalami pergeseran paradigma yang progresif. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Medan, Johan Siregar, saat membuka jalannya musyawarah.

​Dalam arahannya, Johan melontarkan pesan yang tajam sekaligus mencerahkan bagi transformasi organisasi di era modern:

"Pemuda Pancasila saat ini adalah Ormas. Kalaupun masih ada stigma identik dengan preman, jadilah preman intelektual yang berpendidikan dan bermanfaat untuk masyarakat, bukan jagoan kampung, serta jangan pernah menjadi momok menakutkan di tengah-tengah masyarakat."


​Instruksi ini menjadi kompas strategis bagi kepemimpinan Guntur ke depan: memperkuat konsolidasi hingga level Ranting dan Anak Ranting, sekaligus memastikan kehadiran organisasi dirasakan sebagai solusi, bukan ancaman.

​Sinergi Tanpa Kompromi: Perang Total Melawan Narkoba

​Di bawah panji koordinasi yang ketat, RPP Medan Denai juga menegaskan sikap tegas terhadap ancaman laten narkotika. Selaras dengan kolaborasi strategis Pemuda Pancasila Sumatera Utara bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), komitmen internal ditarik tanpa kompromi:

  • Pembersihan Internal: Tidak ada ruang bagi pelanggar hukum.
  • Sanksi Tegas: Kader yang terbukti terlibat—baik sebagai pengguna, pengedar, hingga bandar—diminta secara kesatria untuk keluar dari barisan organisasi.

​Pilar Kolaborasi dan Visi 2026–2029

​Kehadiran unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta ratusan kader dalam perhelatan ini menegaskan satu hal: PAC Pemuda Pancasila Medan Denai telah bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mengawal stabilitas keamanan dan pembangunan wilayah.

​Menanggapi amanah periode kedua ini, Guntur Syahputra menyatakan kesiapannya untuk membawa gerbong Medan Denai bergerak lebih humanis, adaptif, dan berdampak nyata.

  • Integritas Kader: Mencetak anggota yang mandiri dan cerdas secara sosial.
  • Bebas Narkotika: Menjadikan basis Medan Denai zona bersih narkoba.
  • Garda Terdepan: Konsisten hadir dalam karya nyata dan aksi sosial bersama masyarakat.

​Dengan kepemimpinan yang berlanjut ini, Medan Denai bersiap menapaki babak baru—di mana semangat juang Pancasila diterjemahkan melalui aksi nyata yang mencerdaskan dan menyejahterakan.

Pancasila! Abadi!