Geliat Budaya dan Ekonomi Rakyat: H. Jenal Aripin Sukses Gelar Sapa Warga di Telagasari


Suara Hukum. Live - KARAWANG — Dentuman sorak penonton memecah keheningan di Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, saat puluhan peternak dan pecinta satwa turun ke arena. Mereka bukan sekadar berkumpul, melainkan ambil bagian dalam perhelatan akbar Seni Ketangkasan Domba Garut yang sarat akan nilai tradisi.

​Di balik riuhnya arena, ada denyut kepedulian yang diinisiasi langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, H. Jenal Aripin, S.E. Melalui program "Sapa Warga Berbasis Budaya", politisi yang karib disapa HJA ini membuktikan bahwa pelestarian warisan leluhur bisa berjalan beriringan dengan kebangkitan ekonomi kerakyatan.

​Kehadiran ajang seni ketangkasan ini sukses menjadi daya tarik magnetis. Para peserta datang dari berbagai penjuru wilayah Jawa Barat, mulai dari Bogor, Garut, Subang, hingga Karawang sebagai tuan rumah.

​Bagi HJA—yang mengusung jargon khas "Orang Gunung Nata Kota"—budaya Sunda adalah identitas yang harus terus dirawat agar tidak tergerus arus modernisasi. Namun, lebih dari sekadar tontonan, tradisi ini diarahkannya menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

"Acara seperti ini merupakan bagian dari budaya Sunda yang harus terus kita lestarikan. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga mampu menggerakkan perekonomian para pelaku UMKM. Dengan banyaknya pengunjung yang hadir, para pedagang di sekitar lokasi turut merasakan manfaatnya," ujar HJA di tengah kerumunan warga.


​Lonjakan pengunjung otomatis mendongkrak omset para pedagang kaki lima dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi. Lapak-lapak kuliner tradisional hingga pernak-pernik ludes diserbu pembeli, menandakan efektivitas event budaya sebagai stimulan ekonomi akar rumput.

​Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, HJA menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal kegiatan serupa. Ia percaya bahwa estafet pelestarian budaya hanya akan sukses apabila generasi muda diberi ruang nyata untuk menyaksikan dan merasakannya langsung.

  • "Saya siap mendukung kegiatan-kegiatan budaya seperti ini agar seni dan budaya kita tetap lestari," tegasnya.

​Selain itu, ia turut menitipkan pesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, serta mengutamakan keselamatan selama perhelatan berlangsung.

​Kemeriahan acara semakin lengkap menjelang sore hari. Panitia menghadirkan sesi penutup yang mengundang gelak tawa, yakni lomba joget khusus ibu-ibu yang mencairkan suasana kompetitif menjadi penuh kehangatan.

​Apresiasi tinggi diberikan panitia melalui pembagian hadiah menarik:

  • Juara Utama: Berhak atas uang tunai senilai Rp500.000.
  • Uang Pembinaan: Diberikan merata kepada seluruh peserta yang belum beruntung, masing-masing sebesar Rp50.000.

​Berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan, hajatan budaya ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga Telagasari. Kehadiran program "Sapa Warga Berbasis Budaya" ini diharapkan mampu terus berlanjut sebagai pilar pelestarian tradisi sekaligus penguat ekonomi kerakyatan di Karawang.

Penulis : knah