Mr. Kim Puji Langkah Progresif Makodim 0604/Karawang


Suara Hukum. Live - KARAWANG — Ada pemandangan yang tak biasa di balik gerbang Jalan Panatayuda, Jumat (28/8/2026). Aula Makodim 0604/Karawang yang selama ini lekat dengan kesan kaku institusi pertahanan, mendadak menjelma menjadi ruang perjumpaan yang hangat. Diiringi kepulan aroma kopi nusantara, para pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan jajaran TNI duduk dalam satu meja yang setara.

​Forum coffee morning yang diinisiasi di bawah komando Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Nanda Siswanto, ini bukan sekadar agenda seremonial birokrasi. Lebih dari itu, forum ini menjadi sebuah dekonstruksi mental—upaya nyata merobohkan sekat psikologis yang selama ini kerap membatasi aparat dengan gerakan akar rumput dalam lingkaran kecurigaan.

​Pendekatan komando satu arah (command and control) dinilai sudah usang untuk membaca dinamika sosial Karawang hari ini. Sebagai gantinya, Kodim 0604 mengusung konsep collaborative governance, menempatkan TNI dan elemen sipil sebagai mitra sejajar dalam memelihara stabilitas daerah.


​“Pertemuan pagi hari ini bagi saya merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergi antara Kodim 0604/Karawang dengan seluruh organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Karawang,” tegas Letkol Nanda.


​Terobosan paling radikal dalam pertemuan ini bahkan menyentuh aspek spasial. Kantor Unit Intel Kodim 0604/Karawang yang selama ini identik dengan stigma investigasi, kini disulap fungsinya menjadi ruang komunikasi publik terbuka. Ruang tersebut dipersiapkan sebagai lounge diskursus bagi siapa saja aktivis yang ingin bertukar gagasan secara konstruktif, menjadikan militer sebagai rumah kedua bagi civil society.

​Dalam kesempatan yang sama, apresiasi turut diberikan atas kedewasaan politik warga Karawang. Letkol Nanda memuji langkah bijak masyarakat yang memilih menahan diri dan tidak mengirimkan massa pada gelombang aksi unjuk rasa di Jakarta sehari sebelumnya, 27 Agustus 2026. Sikap ini dinilai sebagai modal sosial tertinggi dalam meredam potensi gesekan horizontal.

​Nada optimis pun datang dari unsur masyarakat. Perwakilan DPP GMPI, Mr. Kim, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang diambil jajaran Kodim 0604.

​“Kegiatan ini dapat memberikan sinergisitas antara TNI dan Ormas/LSM. Sinergisitas antara TNI dan Ormas sangat penting dalam pembangunan Karawang,” ujar Mr. Kim.


​Ia menambahkan, inisiatif ini merupakan sejarah baru di tingkat teritorial setempat. Baru kali ini pihak Kodim secara terbuka merintis ruang diskusi dan silaturahmi langsung dengan elemen Ormas, yang diharapkan bisa terus berkelanjutan ke depannya.

​Pada akhirnya, apa yang dihelat Makodim 0604/Karawang menawarkan narasi segar bagi tata kelola keamanan daerah. Stabilitas terbukti tidak lahir dari intimidasi, melainkan dari secangkir kopi, keterbukaan ruang dengar, serta tekad kolektif untuk merawat Karawang dengan kepala dingin dan nurani yang seirama.

Penulis : Kinah