Lompati Kemacetan Industri, Kabupaten Bekasi Geber Integrasi Transportasi Pintar dan Ramah Lingkungan

 


Suara Hukum.Live. CIKARANG PUSAT — Menghadapi tingginya ritme mobilitas di pusat manufaktur terbesar nasional, Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk mentransformasi wajah transportasi daerah. Pembenahan ini diposisikan bukan sekadar agenda rutin perbaikan jalan, melainkan langkah strategis dalam mengakselerasi roda perekonomian lokal.

Pesan tersebut ditegaskan Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat memimpin Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat. Dalam amanatnya, Asep menyuarakan pentingnya konektivitas antarwilayah yang andal demi menjamin kelancaran mobilitas publik.

"Sistem transportasi yang terintegrasi adalah kunci untuk mendukung mobilitas masyarakat yang dinamis sekaligus menopang pesatnya pertumbuhan Kabupaten Bekasi," tegas Asep di hadapan jajaran aparatur dan tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Asep mengapresiasi jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi yang konsisten menghadirkan berbagai terobosan berbasis teknologi digital dan konsep ramah lingkungan.

Empat pilar inovasi yang kini menjadi tumpuan penataan lalu lintas di Kabupaten Bekasi mencakup:

  1. Pengoptimalan ATCS Terpadu: Pemanfaatan Area Traffic Control System yang terhubung ke Command Center untuk memantau arus kendaraan dan merekayasa lalu lintas secara real-time di titik-titik rawan macet.

  2. Penguatan Trans Wibawamukti: Pengoperasian bus publik dengan skema Buy The Service (BTS) untuk menyediakan moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau.

  3. Peremajaan Angkutan Umum: Peningkatan mutu dan penataan armada angkutan kota secara bertahap pada trayek-trayek produktif.

  4. Wacana Becak Listrik: Pengenalan moda transportasi jarak dekat (feeder) ramah emisi melalui modernisasi becak bertenaga listrik.

Meski menyambut baik jajaran inovasi tersebut, Asep mengingatkan agar seluruh program yang dirancang tidak berhenti sebagai wacana di atas kertas semata. Ia menuntut Dishub memastikan setiap kebijakan memberi dampak konkrit yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat—mulai dari pemangkasan waktu tempuh hingga peningkatan kenyamanan serta keselamatan bertransportasi.

Melalui sinergi teknologi cerdas dan armada ramah lingkungan, Pemkab Bekasi optimistis mampu menjawab tantangan konektivitas sekaligus memperkokoh posisinya sebagai kawasan metropolitan industri terdepan.