"Motekar Ngigelan Jaman": Gagasan Bupati Aep Syaepuloh Bawa Karawang Menembus Era Baru di Usia 393 Tahun

 


Suara Hukum.Live , KARAWANG — Berusia hampir empat abad tidak menyurutkan langkah Kabupaten Karawang untuk terus bertransformasi. Pada momen peringatan Hari Jadi ke-393, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh secara resmi meluncurkan narasi pembangunan baru bertajuk "Motekar Ngigelan Jaman"—sebuah cetak biru sikap dan kebijakan daerah dalam mengarungi arus modernisasi.

Di balik frasa Sunda yang sarat makna ngigelan jaman (menari mengikuti irama zaman), Motekar juga diposisikan sebagai manifestasi nilai-nilai kerja birokrasi: Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif. Spirit ini digagas untuk memastikan roda pemerintahan Karawang bekerja lebih cepat, tepat, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.

7 Elemen Penggerak Filosofi MOTEKAR

  • Maju & Optimis

    Pendorongan daya saing daerah di kancah regional maupun nasional melalui inovasi berkelanjutan dan kepercayaan diri yang tinggi.

  • Tangguh & Efektif

    Penguatan daya tahan sosial-ekonomi daerah yang diimbangi efisiensi serta ketepatan sasaran dalam setiap program kerja birokrasi.

  • Kolaboratif

    Pembangunan inklusif yang melibat-aktifkan sinergi pemangku kepentingan (pentahelix): pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan komunitas warga.

  • Adaptif & Responsif

    Kelincahan Pemkab Karawang dalam menyelaraskan diri dengan kemajuan teknologi sekaligus kecepatan dalam menyerap serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Peluncuran filosofi ini menjadi ajakan terbuka dari Bupati Aep Syaepuloh kepada seluruh elemen masyarakat Karawang. Memasuki usia 393 tahun, Karawang ditegaskan tidak hanya merayakan sejarah panjangnya, tetapi juga bersiap memenangkan persaingan masa depan melalui kerja keras yang terarah dan berorientasi publik.