Suara Hukum. Live, BATUJAYA — Di bawah langit Dusun Rengas Jaya, sebuah perubahan sunyi namun berdampak besar tengah berlangsung. Atap-atap rumah yang dulunya bocor dan mengancam keselamatan kini bersiap disulap menjadi hunian yang kokoh.
Melalui program Bedah Rumah PKB Peduli Umat Melayani Rakyat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali membuktikan bahwa politik praktis tidak melulu soal janji kampanye, melainkan kerja nyata yang menyentuh nadi kehidupan masyarakat paling bawah.
Penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kali ini menyasar kediaman Bapak Saarih di RT 02/RW 01, Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Lebih dari sekadar seremonial, penyaluran ini menjadi manifestasi nyata kehadiran negara dan partai politik di tengah jerit rakyat yang membutuhkan tempat berlindung yang aman.
Langkah besar ini tentu tidak berjalan serampangan. Tim di lapangan menerapkan standar seleksi yang ketat dan transparan agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan warga yang paling berhak:
Menyasar Warga Negara Indonesia (WNI) berstatus keluarga dengan tingkat ekonomi masuk dalam desil 1–4 (masyarakat berpenghasilan rendah atau setara UMP/UMK).
Diperuntukkan bagi warga yang memiliki satu-satunya rumah dalam kondisi rusak berat atau sedang yang membahayakan keselamatan, berdiri di atas tanah sah dan tidak dalam sengketa.
Tim verifikator turun langsung memantau lingkungan serta berkoordinasi erat dengan operator desa guna memastikan validitas data target di lapangan.
Penerima belum pernah menerima bantuan perbaikan rumah serupa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, serta siap berkomitmen berswadaya dan bergotong royong bersama Kelompok Penerima Bantuan (KPB).
Di balik deru semen dan ketukan palu pembangunan, program ini memikul misi makro yang jauh lebih luas. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Rahmat Toleng, menegaskan bahwa Rutilahu dirancang sebagai salah satu ujung tombak dalam menumpas angka kemiskinan ekstrem di Tatar Pasundan.
"Bagi kami, Rutilahu bukan sekadar proyek fisik bangunan. Ini adalah investasi kemanusiaan untuk meningkatkan martabat, kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup warga Jawa Barat yang paling membutuhkan," ungkap Rahmat Toleng.
Ia menambahkan, ketika sebuah keluarga akhirnya memiliki rumah yang layak huni, rasa aman secara psikologis akan tercipta. Dari rasa aman itulah kesehatan fisik berangsur membaik, produktivitas kerja meningkat, dan roda pemulihan ekonomi keluarga perlahan berputar kembali.
Melalui langkah konkret di Batujaya ini, PKB mengirimkan pesan kuat kepada publik: bahwa politik yang bermartabat adalah politik yang senantiasa hadir menghadirkan kenyamanan, mengembalikan senyum, serta menegakkan harkat dan martabat rakyat.
Penulis : Yerrydewa