Suara Hukum.live - Mengenai kesalahan tampilan nilai tukar rupiah di Google Finance dan Google Search pada tanggal 1 Februari 2025 sekitar pukul 09.00 WIB, yang menunjukkan anomali signifikan di mana nilai tukar USD dan EUR terhadap IDR merosot hingga Rp8.000 per Dolar atau Euro, kami berpendapat bahwa kejadian ini sangatlah serius dan berpotensi menimbulkan dampak yang luas bagi perekonomian Indonesia
Kesalahan informasi semacam ini berpotensi memicu kepanikan
di pasar keuangan, mengganggu keputusan investasi, serta menyebabkan
ketidakstabilan ekonomi. Banyak pelaku pasar yang mungkin akan langsung
bereaksi tanpa sempat melakukan verifikasi lebih lanjut. Kesalahan ini
menciptakan ketidakpastian dan bahkan dapat memengaruhi keputusan ekonomi
masyarakat luas. April menggambarkan hal ini seperti papan skor pertandingan
sepak bola yang tiba-tiba menunjukkan tim yang kalah sebagai pemenang, sehingga
membuat suporter dan pelaku taruhan bingung.
Apabila nilai tukar rupiah benar-benar menguat hingga 50% dalam semalam,
dampaknya akan sangat signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi, antara lain:
Penguatan rupiah yang drastis akan
membuat produk ekspor Indonesia menjadi lebih mahal di pasar internasional.
Akibatnya, negara lain akan lebih memilih untuk membeli dari pesaing yang
menawarkan harga yang lebih murah. Hal ini akan menyebabkan perusahaan
eksportir mengalami penurunan pendapatan yang signifikan, yang dapat berujung
pada kebangkrutan dan ancaman terhadap lapangan pekerjaan di sektor ini.
Sebagai ilustrasi, bayangkan seorang pedagang nasi goreng yang tiba-tiba
menaikkan harga jual dari Rp20.000 menjadi Rp30.000 per porsi dalam semalam.
Pelanggan tentu akan memilih warung lain yang harganya lebih stabil.
Industri Pariwisata dan UMKM Bisa Mengalami
Keruntuhan. Penguatan nilai tukar rupiah akan menyebabkan wisatawan
asing harus membayar lebih mahal untuk berlibur di Indonesia. Akibatnya, mereka
akan lebih memilih destinasi wisata lain seperti Thailand atau Vietnam. Hal ini
akan berdampak pada penurunan pendapatan hotel, restoran, dan pelaku UMKM yang
bergantung pada wisatawan. Sebagai gambaran, bayangkan jika Disneyland
tiba-tiba menaikkan harga tiketnya dua kali lipat dalam semalam. Pengunjung
tentu akan memilih taman hiburan lain yang lebih terjangkau.
Sektor Investasi Berpotensi Terkena Dampak
Negatif. Investor asing yang telah menanamkan modalnya di Indonesia akan
mengalami kerugian besar jika nilai tukar rupiah tiba-tiba menguat. Mereka
kemungkinan besar akan menarik investasinya karena nilai aset mereka dalam mata
uang asing akan menurun drastis. Kondisi ini dapat menyebabkan pasar saham
anjlok akibat aksi jual besar-besaran. Analogi sederhananya, jika Anda memiliki
bisnis di sebuah pusat perbelanjaan, lalu tiba-tiba harga sewa naik dua kali
lipat dalam semalam, apakah Anda akan tetap bertahan atau memilih untuk pindah
ke tempat lain?"
Ketidakstabilan
Ekonomi & Kepanikan Pasar.
Fluktuasi nilai tukar yang ekstrem akan menyulitkan pelaku ekonomi dalam
merencanakan bisnis mereka. Bank Indonesia mungkin perlu melakukan intervensi
besar-besaran, yang berpotensi menguras cadangan devisa negara. Jika pergerakan
nilai tukar terlalu tidak terkendali, krisis ekonomi bisa saja terjadi. Situasi
ini dapat dianalogikan seperti sebuah kapal yang tiba-tiba berbelok tajam tanpa
peringatan, menyebabkan penumpangnya panik dan berjatuhan.
April, Kepala Bidang Ekonomi DPD LSM GMBI
Distrik Karawang, menyampaikan kekecewaannya terhadap Google atas kesalahan
tampilan nilai tukar rupiah yang terjadi baru-baru ini. Ia menilai kesalahan
tersebut seolah-olah merupakan upaya untuk menggoyahkan stabilitas ekonomi
Indonesia. Meskipun Google berdalih bahwa data tersebut berasal dari pihak
ketiga, April menekankan bahwa sebagai platform raksasa, Google tetap memiliki
tanggung jawab untuk memastikan akurasi informasi yang mereka tampilkan.
Menurutnya, permintaan maaf saja tidak cukup, Google perlu meningkatkan sistem
verifikasi mereka agar anomali serupa tidak terulang kembali.
April kemudian memberikan analogi untuk
menggambarkan situasi ini. Ia menyamakan kesalahan Google dengan sebuah
restoran yang menyajikan makanan basi. Menurutnya, restoran tersebut tidak bisa
hanya menyalahkan pemasok bahan baku, tetapi tetap harus bertanggung jawab
kepada pelanggan atas makanan yang mereka sajikan. Analogi ini menggambarkan
bahwa meskipun Google mendapatkan data dari pihak ketiga, mereka tetap
bertanggung jawab atas informasi yang mereka tampilkan kepada publik.
April mengimbau masyarakat untuk tidak hanya
mengandalkan satu sumber data dalam mengambil keputusan keuangan. Ia
menyarankan agar masyarakat lebih percaya pada informasi dari lembaga-lembaga
yang kredibel seperti Bank Indonesia, Bloomberg, atau Reuters untuk mendapatkan
data keuangan yang resmi dan akurat. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya
bagi media dan institusi keuangan untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan
informasi dan melakukan verifikasi silang sebelum mempublikasikan data. April
memberikan perumpamaan bahwa mengambil keputusan investasi hanya dari satu
sumber sama berbahayanya dengan menyeberang jalan dengan mata tertutup hanya
karena seseorang berkata "Aman!" tanpa mengecek sendiri kondisi
jalan.
April menegaskan bahwa kesalahan tampilan
nilai tukar rupiah di Google bukanlah sekadar kesalahan teknis biasa, tetapi
memiliki dampak ekonomi yang besar. Ia menyoroti pentingnya bagi Google untuk
meningkatkan akurasi dan transparansi dalam penyajian data keuangan. Selain
itu, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam mengonsumsi informasi
keuangan dan tidak langsung mempercayai semua informasi yang beredar. April
mengusulkan agar Google memiliki mekanisme konfirmasi sebelum menampilkan data yang
dapat memengaruhi pasar dan ekonomi secara luas. Ia mendesak agar Google segera
memperbaiki sistemnya dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di
masa depan.
