Operasi Jabar Manunggal: GMBI Karawang Minta Pendekatan Selektif

 


Suara Hukum.Live - DPD LSM GMBI Distrik Karawang merespons inisiatif Operasi Jabar Manunggal dengan tawaran sinergi, bukan sekadar dukungan buta. Mereka menekankan pentingnya kajian mendalam agar kebijakan investasi tidak mengorbankan hak-hak masyarakat.

"Kami memahami pentingnya iklim investasi yang kondusif. Namun, jangan pukul rata ormas sebagai penghambat. Kami siap bersinergi, bukan hanya ditindak," ujar Kepala Divisi Ekonomi DPD LSM GMBI Distrik Karawang.

LSM GMBI mengingatkan bahwa ormas adalah mitra pemerintah dalam pembangunan, memiliki hak untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan, menyampaikan aspirasi, dan mengawasi kebijakan pemerintah. Mereka juga menekankan bahwa perekonomian harus disusun berdasarkan asas kekeluargaan, melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Pendekatan represif tanpa sinergi akan berbenturan dengan hak masyarakat lokal," tegasnya.

Mereka setuju bahwa praktik pungli dan intervensi ilegal harus diberantas, tetapi meminta pendekatan yang selektif, berbasis data, dan membedakan antara oknum yang menyalahgunakan organisasi dengan ormas yang benar-benar memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.Dengan  Membentuk Forum Komunikasi Investasi dan Sosial Masyarakat (FKISM) yang melibatkan pemerintah, investor, ormas, tokoh masyarakat, dan akademisi.

 Melakukan audit terhadap ormas di sekitar kawasan industri untuk memastikan legalitas dan menghindari praktik pungli. Ormas yang berkinerja baik dapat dilibatkan dalam pengawasan proyek industri.

 Menerapkan aturan transparan mengenai kuota tenaga kerja lokal untuk memastikan masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton.

 Menerapkan sistem transparan dalam pengelolaan limbah industri, melibatkan ormas dalam pengawasan.

"Kami mendukung investasi, tetapi kami juga mendorong kebijakan yang humanis dan partisipatif," kata perwakilan LSM GMBI. "Kami siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar masalah."