Suara Kita News.com. halaman Plaza Pemda Karawang seharusnya hanya dipenuhi irama musik dan lincahnya gerakan senam pagi. Namun, di antara deru napas yang teratur, terselip sebuah 'interupsi' tegas dari pucuk pimpinan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, didampingi Plt. Kepala BKPSDM, H. Asip Suhendar, mengubah ritual kebugaran mingguan menjadi sebuah Inspeksi Mendadak (Sidak) Kedisiplinan—sebuah 'Inspeksi Moral' bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemda.
Sidak ini bukanlah tentang mencari-cari kesalahan, melainkan momentum penegasan ulang di masa krusial.
“Waktu efektif tinggal 46 hari kerja. Gunakan dengan sungguh-sungguh. Laksanakan apa yang sudah direncanakan dari awal dengan penuh tanggung jawab,” tegas Asep Aang di hadapan ratusan ASN.
Pesan Sekda memancarkan urgensi yang sangat nyata: penutupan tahun anggaran sudah di depan mata. Setiap menit kerja ASN kini memiliki nilai ganda, menjadi penentu tuntasnya program yang telah direncanakan untuk masyarakat.
Menurut Asep Aang, kehadiran dan disiplin bukan sekadar pemenuhan formalitas absensi, apalagi sekadar ritual senam Jumat.
Kedisiplinan kecil, seperti tepat waktu mengikuti senam, adalah cerminan dari kesiapan mengambil tanggung jawab yang lebih besar: Melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan menuntaskan amanah anggaran negara.
Kehadiran fisik, dalam konteks ini, adalah simbol dari kehadiran mental dan fokus kerja.
Plt. Kepala BKPSDM Karawang, H. Asip Suhendar, melihat kegiatan senam pagi ini sebagai 'paket komplit'.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang memperkuat solidaritas dan semangat sehat di kalangan ASN. ASN yang sehat dan disiplin akan memberi pelayanan yang lebih baik kepada warga,” ujar Asip.
Kesehatan fisik dan mental yang terjaga merupakan fondasi bagi kinerja prima, terutama saat ritme kerja meningkat di akhir tahun. Sidak kedisiplinan ini secara tidak langsung mengingatkan bahwa sehat adalah tanggung jawab dan disiplin adalah modal utama seorang pelayan publik.
Sidak pagi itu memang ditutup dengan senyum dan gerakan peregangan ringan, mengembalikan suasana santai pasca-ketegasan. Namun, pesan yang tersimpan sangatlah serius dan tajam:
Setiap hari kerja yang tersisa di akhir tahun 2025 berarti tanggung jawab yang harus tuntas kepada masyarakat. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya, karena waktu adalah cerminan moralitas kerja.
Momen senam pagi yang cair, mendadak berubah menjadi mimbar moralitas kerja. Pagi itu, ASN Karawang tidak hanya meregangkan otot, namun juga kembali mengencangkan niat dan fokus kerja mereka.
