Suara Hukum.Live, BANDUNG — Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) memanfaatkan peringatan Hari Pahlawan, 10 November, untuk melontarkan kritik konstruktif dan refleksi mendalam terhadap arah pembangunan nasional. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-23 di Bandung, GMBI menyerukan agar pemerintah dan pemangku kepentingan segera kembali memfokuskan kebijakan pada keberpihakan terhadap masyarakat kecil dan terpinggirkan.
Ketua Umum GMBI, M. Fauzan Rachman, menekankan bahwa Rakernas menjadi momen introspeksi bagi seluruh kader untuk "kembali ke akar" perjuangan.
“Jangan biarkan perbedaan menghalangi kemajuan bersama. GMBI harus teguh menjadi gerakan nurani, bukan alat kekuasaan,” tegas Fauzan.
Sebagai tindak lanjut, Rakernas tersebut menghasilkan pembenahan internal yang signifikan berupa regulasi baru yang dirancang untuk memperkuat komitmen anggota dalam membela kaum lemah dan menyuarakan aspirasi rakyat. "Hari ini kita hasilkan aturan organisasi yang lebih kuat untuk kemajuan ke depan," tambahnya.
Mohammad Mashur, Ketua Pelaksana Rakernas, mempertegas komitmen ini: “Kehadiran kami murni demi rakyat. Fokus kami tetap satu: berpihak pada yang tertindas dan termarjinalkan.”
Seruan dari Bandung ini bergema kuat hingga ke Karawang, daerah industri yang dijadikan contoh kontras antara pertumbuhan ekonomi dan tantangan kesejahteraan rakyat kecil.
April, Kepala Kesekretariatan DPD LSM GMBI Distrik Karawang, menyebut pesan Ketua Umum sebagai panggilan nurani. Ia menyatakan bahwa banyak rakyat kecil di Karawang yang masih berjuang sendiri, menekankan perlunya GMBI menjadi "pelindung yang nyata."
Asep Mulyana, Ketua DPD LSM GMBI Distrik Karawang, menyerukan perlunya kesadaran moral bagi pemimpin daerah. "Karawang harus berani menaruh kepentingan rakyat di atas segalanya. Ini bukan tentang politik, ini tentang kemanusiaan," ujarnya.
GMBI menegaskan bahwa pihaknya ingin berperan sebagai mitra kritis pemerintah.
"Kami ingin menjadi mitra yang mengingatkan dengan kasih. Pembangunan tanpa keadilan sosial adalah pembangunan yang pincang," ujar Rahmat Soepardi, Sekretaris DPD GMBI Distrik Karawang. Ia menegaskan GMBI akan terus berdiri di sisi rakyat kecil sembari mengajak pemerintah berjalan bersama demi perubahan nyata.
GMBI menutup Rakernasnya dengan pesan jelas: Hari Pahlawan harus menjadi cermin bagi pemerintah di setiap daerah untuk mengevaluasi apakah kebijakan yang dibuat sudah berpihak pada rakyat kecil, atau justru memperlebar jurang ketidakadilan. Pahlawan sejati, menurut GMBI, adalah mereka yang berani berpihak dan kembali pada tujuan awal pendirian bangsa.

