Suara Hukum.Live, KARAWANG – Di balik deru pembangunan kota, tersimpan tantangan
lingkungan yang membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan pemerintah: kepedulian
masyarakat. Seruan untuk menjaga kebersihan bukan lagi sekadar slogan,
melainkan panggilan darurat untuk mencegah bencana genangan dan banjir yang
kerap mengintai saat musim hujan tiba.
Pemerintah Kabupaten Karawang
menegaskan bahwa perilaku sederhana membuang sampah pada tempatnya adalah kunci
utama dalam menjaga ekosistem kota yang sehat.
Banyak yang tidak menyadari bahwa
satu puntung rokok atau satu plastik yang dibuang ke saluran air dapat memicu
"bom waktu" lingkungan. Sampah yang masuk ke jalanan dan selokan
lambat laun akan menumpuk menjadi sedimentasi yang mengeraskan aliran air.
"Sampah yang terabaikan akan
menyumbat nadi-nadi kota (saluran air). Jika aliran tersumbat, maka genangan
dan banjir hanyalah tinggal menunggu waktu. Kita harus memutus siklus ini
sekarang juga," tegas perwakilan Pemerintah Kabupaten.
Menjaga keindahan dan kebersihan
Karawang sering kali dianggap sebagai tugas eksklusif petugas kebersihan.
Namun, paradigma ini mulai digeser. Kebersihan adalah tanggung jawab kolektif
yang harus dimulai dari pintu rumah masing-masing.
Langkah-langkah strategis yang
didorong untuk menjadi budaya baru warga adalah:
- Edukasi Pemilahan:
Memilah sampah organik dan anorganik dari sumbernya untuk memudahkan daur
ulang.
- Stop Limbah Cair:
Tidak membuang limbah rumah tangga atau minyak bekas ke saluran air yang
dapat merusak kualitas air dan ekosistem lokal.
- Aksi Mikro, Dampak Makro: Menanamkan pola pikir bahwa satu tindakan kecil
membuang sampah pada tempatnya adalah kontribusi besar bagi kesehatan
publik.
Membangun budaya peduli lingkungan
adalah bentuk investasi jangka panjang. Lingkungan yang bersih hari ini akan
menjamin kualitas hidup yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih nyaman bagi
generasi Karawang di masa depan.
"Mari kita bersama-sama
membangun budaya peduli lingkungan. Kebersihan hari ini adalah investasi untuk
masa depan kita bersama," tutup seruan tersebut sebagai pengingat bahwa
kenyamanan kota berada di tangan warganya sendiri.
