Suara Hukum.live, Perayaan Hari Guru Nasional (HGN)
ke-80 tahun ini di Kabupaten Karawang terasa lebih khidmat dengan pesan kuat
yang disampaikan langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Mengangkat
slogan inspiratif, "Guru Hebat, Indonesia Kuat," Bupati Aep
tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga menempatkan dedikasi para
pendidik sebagai isu sentral dalam pembangunan sumber daya manusia di lumbung
padi Jawa Barat ini.
Dalam rilis resminya, Bupati Aep
Syaepuloh secara eksplisit mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada
seluruh guru di Karawang, dan di seluruh Indonesia.
"Terima kasih atas dedikasi
yang tak pernah padam, yang selalu menuntun dalam setiap derap langkah
generasi masa depan dengan tulus dan penuh cinta," demikian petikan ucapan
Bupati Aep.
Pernyataan ini bukan sekadar
formalitas, melainkan pengakuan terhadap peran guru yang melampaui tugas
mengajar kurikulum semata. Dalam konteks Karawang sebagai pusat industri dan
pertanian, peran guru dalam membentuk karakter dan keterampilan generasi muda dianggap
krusial untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing daerah.
Di era disrupsi teknologi dan
tuntutan kurikulum yang terus berkembang, Bupati Aep menyoroti ketulusan dan
cinta kasih sebagai modal utama para guru.
"Sehat untuk Bapak dan Ibu guru
dimanapun berada," tambahnya, disusul dengan emotikon hati putih, sebuah
simbol keikhlasan dan dukungan emosional dari Pemerintah Daerah. Ungkapan ini
merefleksikan kesadaran bahwa beban kerja dan tantangan yang dihadapi guru—mulai
dari keterbatasan fasilitas, kesejahteraan, hingga adaptasi
teknologi—membutuhkan perhatian dan apresiasi yang konstan.
Slogan yang diusung, "Guru
Hebat, Indonesia Kuat," menjadi penutup sekaligus penegasan visi
Pemerintah Kabupaten Karawang. Slogan ini menyiratkan korelasi langsung antara
kualitas dan kesejahteraan guru dengan kekuatan bangsa.
Pesan Bupati Aep Syaepuloh di Hari
Guru Nasional ke-80 ini dapat dibaca sebagai janji politik sekaligus motivasi.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi
sebagai pilar peradaban yang menentukan kualitas masa depan Indonesia.
Dalam konteks lokal Karawang, penguatan kapasitas guru diharapkan mampu
mencetak lulusan yang siap menghadapi pasar kerja yang kompetitif dan memiliki
integritas moral yang tinggi.
Pemerintah Kabupaten Karawang
didorong untuk segera menerjemahkan apresiasi ini ke dalam kebijakan yang
konkret, terutama terkait peningkatan kompetensi, insentif, dan fasilitas
pendukung, agar semangat "Guru Hebat" yang digaungkan
benar-benar terwujud dan dirasakan dampaknya secara nyata oleh para pahlawan
tanpa tanda jasa ini.
penulis : kinah
