KARAWANG, — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik
Indonesia (Korpri) ke-54 di Karawang tahun ini jauh dari sekadar seremoni.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan
pesan reflektif nan tajam, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di
wilayahnya untuk menjadikan HUT Korpri sebagai "kaca besar"
untuk bercermin atas kualitas pelayanan publik yang telah diberikan.
Dalam amanatnya, Bupati Aep secara gamblang
menyoroti hakikat kerja ASN yang sesungguhnya: bekerja di balik layar, mengurus
tumpukan berkas, rapat maraton, hingga pelayanan yang tak mengenal hari libur.
"Di balik tumpukan berkas,
rapat yang tak selesai, dan layanan publik yang tak mengenal hari libur, di
sanalah letak denyut kemajuan Karawang," ujar Bupati Aep.
Bupati Aep melontarkan dua
pertanyaan kritis yang wajib dijawab oleh setiap ASN Karawang:
- Sudahkah kita bekerja setulus yang kita janjikan?
- Sudahkah masyarakat merasakan hadirnya negara
lewat pelayanan kita?
Pertanyaan ini menempatkan pelayanan
publik sebagai tolok ukur utama kinerja Korpri, menuntut tidak hanya kompetensi
teknis, tetapi juga integritas dan ketulusan hati dalam melayani.
Bupati Aep menekankan bahwa kemajuan
Karawang tidak bisa dibebankan pada satu kebijakan atau satu pimpinan semata.
Menurutnya, satu-satunya kunci kemajuan adalah "kerja yang serempak".
"Karawang hanya bisa maju oleh
satu hal: kerja yang serempak. Kerja yang tidak menunggu diperintah.
Kerja yang lahir dari hati yang ingin melihat warganya hidup lebih baik,"
tegasnya.
Pernyataan ini adalah dorongan kuat
bagi ASN untuk mengedepankan inisiatif, proaktif, dan memiliki rasa kepemilikan
terhadap permasalahan daerah, alih-alih bersikap pasif dan menunggu instruksi.
Menutup amanatnya, Bupati Aep
memberikan instruksi metaforis yang kuat bagi seluruh anggota Korpri Karawang:
- "Tetaplah menjadi pasak yang membuat daerah ini
kokoh."
- "Berlarilah lebih cepat dari masalah."
- "Berpikirlah lebih jernih dari tantangan."
Pesan ini menuntut ASN Karawang
untuk tidak hanya tangguh (pasak yang kokoh), tetapi juga adaptif dan solutif
(berlari lebih cepat dan berpikir lebih jernih) dalam menghadapi kompleksitas
masalah publik.
penulis : Kinah
