Suara Kita news. Com, KARAWANG – Menutup kalender kamtibmas tahun 2025, Polres Karawang merilis capaian kinerja sepajang tahun dalam gelaran Press Release Akhir Tahun di Mapolres Karawang. Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, mengungkapkan adanya pergeseran tren gangguan keamanan yang cukup signifikan di wilayah hukum Kabupaten Karawang.
Strategi "Preventif Proaktif" yang dijalankan sepanjang tahun ini diklaim berhasil menekan angka kriminalitas umum, meski tantangan di sektor peredaran gelap narkotika dan kecelakaan lalu lintas masih memerlukan pengawasan ekstra.
1. Reskrim: Angka Kejahatan Konvensional Merosot 19%
Sektor kriminalitas umum menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Sat Reskrim, total laporan tindak pidana pada 2025 tercatat sebanyak 1.330 kasus, turun tajam dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.640 kasus.
"Kami mencatat penurunan angka kriminalitas sebesar 19%. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan di titik-titik rawan mulai membuahkan hasil," ujar AKBP Fiki Novian Ardiansyah.
Top 5 Kasus Terbanyak di Karawang (2025):
* Curanmor: 238 Kasus
* Curat (Pencurian dengan Pemberatan): 120 Kasus
* Kasus Gabungan Perlindungan Anak & KDRT: 130 & 62 Kasus
* Penipuan: 105 Kasus
* Penggelapan: 100 Kasus
2. Narkoba: Darurat "Sabu" dan Peningkatan Pengungkapan 60%
Berbeda dengan kriminalitas umum, pengungkapan kasus narkoba justru melonjak tajam hingga 60%. Sat Resnarkoba berhasil membongkar 251 perkara di tahun 2025 (naik dari 156 perkara di tahun sebelumnya).
Kapolres menegaskan bahwa kenaikan ini bukan sekadar menunjukkan peningkatan peredaran, melainkan agresivitas petugas dalam melakukan penindakan. Sebanyak 203 tersangka telah ditahan, sementara 106 orang lainnya diarahkan ke jalur rehabilitasi.
Total Barang Bukti yang Disita:
* Sabu: 3,63 Kilogram
* Ganja: 4,84 Kilogram
* Tembakau Sintetis: 850 Gram
* Obat Keras Terbatas (OKT): 44.464 Butir
3. Lalu Lintas: Angka Kecelakaan Naik, Namun "Fatality Rate" Turun
Di sektor jalan raya, terjadi paradoks data. Jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan 12% (dari 580 menjadi 648 kasus). Namun, secara kualitas, angka kematian (fatality rate) berhasil ditekan hingga 36%.
"Meskipun kejadian laka lantas naik, jumlah korban jiwa turun drastis dari 228 orang di tahun lalu menjadi 147 orang di tahun ini. Ini artinya, fatalitas kecelakaan berhasil kita minimalisir melalui respon cepat tim medis dan patroli titik rawan," jelas Kapolres.
4. Dinamika Sosial dan Integritas Internal
Sepanjang 2025, Karawang tetap menjadi zona aktif penyampaian aspirasi dengan 68 aksi unjuk rasa, yang didominasi oleh kelompok Ormas/LSM (18 aksi), disusul Mahasiswa (16 aksi), dan Serikat Pekerja (14 aksi).
Di sisi internal, Polres Karawang menunjukkan ketegasan dalam "bersih-bersih" institusi.
Pelanggaran disiplin anggota turun 20%. Namun, demi menjaga marwah kepolisian, Kapolres mengambil tindakan tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 5 personil yang terbukti melakukan pelanggaran berat, meningkat dari 3 personil di tahun 2024.
Polres Karawang berkomitmen menjadikan data tahun 2025 sebagai kompas untuk pengamanan tahun 2026, dengan fokus utama pada pemberantasan curanmor dan penguatan edukasi anti-narkoba di tingkat desa.
Penulis Kinah.