Suara Hukum.Live, TELUKJAMBE BARAT – Di bawah komando operasional yang presisi, Tim Biru Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Karawang kini tengah berjibaku melawan waktu di titik kritis Desa Margakarya. Memasuki fase krusial pasca-jebolnya tanggul, langkah inovatif diambil dengan melakukan pemasangan pancang besi penahan tanah sebagai solusi "benteng darurat" untuk mengunci stabilitas kawasan tersebut.
Operasi ini bukan sekadar penambalan biasa, melainkan sebuah rekayasa teknis darurat yang mengintegrasikan kekuatan alat berat dengan supervisi ahli dari BBWS dan PJT II.
Pemasangan pancang besi (steel sheet pile) ini dipilih sebagai langkah paling efektif untuk menghadapi karakteristik tanah yang labil pasca-tergerus arus. Berikut adalah tiga dampak strategis dari operasi ini: Menahan pergeseran tanah secara instan untuk mencegah pengikisan jalan yang lebih masif. Menciptakan dinding pelindung bagi pemukiman warga dari risiko luapan air irigasi susulan.Memutus rantai kerusakan infrastruktur agar tidak merembet ke titik tanggul lainnya.
Kehadiran Tim Biru di lapangan menunjukkan dedikasi tanpa henti. Dengan koordinasi yang terpusat, kolaborasi lintas instansi ini berhasil menyatukan sumber daya teknis guna memastikan pemulihan berjalan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
"Kami tidak hanya bekerja untuk hari ini, tapi kami memasang pancang ini untuk menjamin keamanan struktural hingga perbaikan permanen dilakukan. Presisi adalah kunci dalam penanganan darurat ini," tegas salah satu koordinator teknis Tim Biru di lokasi, Jumat (23/01/2026).
Intensitas pengerjaan di Margakarya menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam merespons bencana dengan standar teknis yang tinggi. Dengan tertanamnya pancang-pancang besi ini, kondisi tanggul diproyeksikan segera mencapai titik stabil, memungkinkan denyut aktivitas masyarakat kembali normal tanpa dihantui kekhawatiran banjir.
Penulis : Dewa
