KARAWANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penunjang kesehatan siswa, kini justru menjadi sorotan tajam publik. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Mulya diduga menyajikan menu yang dianggap tidak layak konsumsi kepada siswa di SDN Sindang Mulya 2, Selasa (31/3).
Unggahan terkait menu tersebut mendadak viral di media sosial, khususnya dalam jejaring informasi wilayah Kutawaluya. Masyarakat mengecam keras temuan bagian ayam yang dinilai tidak pantas—yakni bagian brutu atau anus ayam—yang disajikan dalam paket makanan siswa.
Ironisnya, dapur pengolah makanan tersebut membawa logo resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Lembaga yang memegang mandat untuk memastikan pemenuhan gizi anak sekolah ini kini dipertanyakan kredibilitasnya dalam mengawasi unit pelaksana di lapangan.
Warga dan orang tua siswa sebagai penerima manfaat mendesak adanya transparansi mengenai standarisasi gizi nasional. Mereka mempertanyakan apakah pemilihan bagian daging tertentu tersebut sudah melalui uji kelayakan gizi yang ditetapkan pemerintah.
"Kami mempertanyakan, apakah menu seperti ini yang disebut standar gizi nasional? Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita," ujar salah satu warga.
Awak media telah berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut dengan menghubungi pihak BGN, baik di tingkat kabupaten maupun pusat. Fokus utama investigasi ini adalah mempertanyakan mekanisme uji gizi serta pemberian izin operasional kepada unit SPPG terkait.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola sekaligus pemilik dapur berinisial Ibu P, masih belum dapat dihubungi. Upaya konfirmasi terus dilakukan guna mendapatkan klarifikasi resmi mengenai prosedur pengolahan makanan di fasilitas tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Sindang Mulya agar kejadian serupa tidak terulang dan kualitas makanan bagi siswa tetap terjaga sesuai standar kesehatan.
Penulis : Ahyar