Suara Hukum.Live, KARAWANG – Gemuruh talbiyah dan isak haru menyatu di udara saat 443 jamaah haji Kabupaten Karawang yang tergabung dalam Kloter JKS 04 resmi dilepas dari Masjid Al Jihad, hari ini. Pelepasan ini bukan sekadar seremoni keberangkatan, melainkan babak baru dari penantian panjang para tamu Allah.
Di tengah kerumunan kain ihram, dua sosok menjadi simbol bahwa panggilan Tuhan tidak mengenal batas usia. Ada Bapak Kastim, pria tangguh berusia 82 tahun asal Pakisjaya yang tetap semangat meski di usia senja. Di sisi lain, Rian Ahmad Zaenudin, pemuda 21 tahun dari Purwasari, membuktikan bahwa energi muda siap bersujud di depan Ka'bah.
Keberangkatan kali ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama dari kalangan perempuan yang mendominasi jumlah rombongan.
Total Jamaah: 443 Orang
Komposisi: 438 Jamaah Haji & 5 Petugas Kloter
Profil Gender: 201 Laki-laki & 238 Perempuan
Titik Keberangkatan: Masjid Al Jihad Karawang
Bupati Karawang, saat melepas rombongan, menitipkan pesan mendalam bagi para jamaah. Beliau menekankan bahwa ibadah haji adalah ujian kesabaran dan solidaritas sosial.
"Luruskan niat sejak langkah pertama di sini. Saya berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesehatan dan kekompakan. Di sana, kalian adalah satu keluarga. Saling bantulah, terutama bagi mereka yang lebih tua," tegasnya di hadapan jamaah.
Beliau juga mengingatkan bahwa kondisi fisik di Tanah Suci akan menguras energi, sehingga memperbanyak ibadah harus dibarengi dengan manajemen kesehatan yang baik.
Suasana pelepasan ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan. Harapan besar disematkan agar seluruh jamaah dapat menjalani rangkaian rukun haji dengan lancar tanpa kendala berarti.
"Kami semua mendoakan agar seluruh jamaah kembali ke tanah air dengan selamat, sehat walafiat, dan yang terpenting, membawa pulang predikat Haji Mabrur," pungkasnya.
Kini, bus-bus yang membawa rombongan telah bergerak meninggalkan Karawang, membawa ratusan harapan dan jutaan doa menuju Baitullah.
