Bursa Calon BPD Warung Bambu Memanas: Tokoh Masyarakat Krajan 1 Pasang Kriteria Ketat


Suara Hukum. Live WARUNG BAMBU – Pesta demokrasi tingkat desa di Desa Warung Bambu mulai menampakkan denyutnya. Tahapan pendaftaran calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kini resmi dibuka, dan antusiasme warga cukup tinggi dengan tercatatnya 17 nama yang telah mendaftarkan diri.

​Namun, di balik ramainya jumlah pendaftar, masyarakat mulai bersikap kritis. Menyoroti perhelatan ini, para tokoh masyarakat dari Dusun Krajan 1 baru saja menggelar pertemuan silaturahmi khusus. Bukan sekadar kumpul biasa, pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi untuk membedah kriteria calon BPD yang ideal bagi kemajuan desa.

​Hasil dari rembuk warga di Dusun Krajan 1 menghasilkan kesepakatan tegas: mereka tidak akan memilih calon hanya berdasarkan popularitas. Kriteria utama yang ditetapkan adalah sosok yang benar-benar memahami tupoksi (tugas pokok dan fungsi) BPD sebagai mitra strategis kepala desa dalam membangun desa Warung Bambu.

​"Kami mencari figur yang cakap secara manajerial dan punya komitmen nyata untuk membangun desa, bukan sekadar pelengkap kuota," ujar salah satu perwakilan tokoh masyarakat di sela-sela pertemuan.

​Hingga berita ini diturunkan, suasana pendaftaran masih terasa cukup datar dalam hal penyampaian ide. Para tokoh masyarakat mengaku belum ada satu pun bakal calon (bacalon) yang proaktif meluangkan waktu untuk memaparkan visi dan misi mereka kepada warga.

​Padahal, bagi warga Krajan 1, gagasan adalah modal utama. Mereka menegaskan bahwa kedekatan emosional dengan masyarakat menjadi harga mati. Warga menginginkan wakil yang tidak hanya duduk di balik meja, tetapi sosok yang mau mendengar, turun ke lapangan, dan menjadi jembatan aspirasi warga secara transparan.

​Dengan adanya 17 kandidat yang sedang bersaing, masyarakat kini berada dalam posisi menunggu. Siapa di antara belasan calon tersebut yang akan berani "jemput bola" dan menawarkan solusi konkret bagi permasalahan desa?

​Bagi masyarakat Dusun Krajan 1, pilihan mereka sudah mengerucut: mereka hanya akan memberikan dukungan kepada sosok yang mampu membuktikan integritas dan kedekatannya dengan denyut nadi masyarakat Warung Bambu.

​Kini, bola panas berada di tangan para bakal calon. Akankah mereka segera turun menemui warga, atau justru membiarkan kesempatan emas ini hilang begitu saja?

Red