Suara Hukum.Live KARAWANG — Rabu malam (14/10/2026), raungan sirine pemadam kebakaran memecah kesunyian Kota Karawang. Asap hitam pekat membumbung tinggi, menyelimuti area Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang yang diamuk si jago merah.
Di tengah kobar api dan hawa panas yang menyengat, sebuah pemandangan tak biasa tersaji di garis terdepan. Bukan sekadar memberikan arahan dari balik meja komando, Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto bersama Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh tampak turun langsung menembus pekatnya asap.
Bahu-membahu bersama unsur Forkopimda, petugas Damkar, personel TNI, BPBD, dan relawan, kedua pimpinan daerah tersebut memimpin langsung jalannya pemadaman sekaligus aksi penanganan darurat.
Di balik kobaran api yang melahap fisik bangunan, ada ancaman besar lain yang mengintai: hilangnya ribuan arsip dan dokumen pertanahan vital milik warga Karawang.
Melihat potensi kerugian besar bagi masyarakat, tim gabungan menggalang aksi penyelamatan dramatis. Mempertimbangkan batas aman dan keselamatan jiwa, para petugas menerobos masuk ke area yang memungkinkan untuk mengevakuasi tumpukan berkas dari cengkeraman api.
"Prioritas utama kami adalah pemadaman total, pengamanan lokasi, serta menyelamatkan sebanyak mungkin dokumen penting yang bisa dievakuasi. Ini langkah krusial untuk melindungi hak-hak pertanahan masyarakat," tegas Kombes Pol Mario Prahatinto di sela-sela mengawal evakuasi di lokasi.
Usai kobaran api berhasil ditenangkan, fokus langsung beralih pada pengungkapan tabir penyebab musibah ini. Polresta Karawang bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi (status quo) agar area steril dari intervensi luar.
Guna memastikan penyebab kebakaran terungkap secara transparan dan akurat, Polresta Karawang menggandeng Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Barat. Berbasis pendekatan scientific crime investigation, tim ahli forensik dijadwalkan melancarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh.
Langkah cepat dan sinergis di garis depan ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan di Karawang bukan sekadar slogan. Kehadiran pimpinan daerah di titik kritis memberikan ketenangan di tengah situasi darurat, sekaligus mengirimkan pesan kuat: negara hadir untuk melindungi aset dan memberikan rasa aman bagi warga Karawang.
Penulis : Hend
