Suara Hukum.live - Program Rumah Layak Huni (Rulahu), yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan kualitas hidup warga miskin di Kabupaten Karawang, kini menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi oase harapan, program ini justru menjelma menjadi labirin birokrasi yang menyesakkan, menyisakan tanya: ke mana arah program ini sebenarnya?
Di balik
gemerlap statistik dan laporan keberhasilan, tersembunyi kisah-kisah pilu warga
yang menanti realisasi janji. Ma Enju, warga RT11/03 Dusun Sasak, Desa
Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, adalah salah satu potret buram dari
ketidakjelasan ini. Rumahnya, yang telah lapuk dimakan usia, menjadi saksi bisu
penantian panjangnya. "Rumah saya sudah didata dan disurvei, katanya mau
dibantu. Sampai saat ini kepala desa, Bapak Hanapi, tidak peduli terhadap
keadaan, batang hidungnya pun tak kelihatan," ungkapnya dengan nada getir,
saat ditemui di kediamannya yang memprihatinkan.
Bukan hanya
Ma Enju, keluhan serupa juga datang dari berbagai penjuru Karawang. Realisasi
program Rulahu, yang menjanjikan, ternyata lama dan sulit digapai. Data dan
fakta di lapangan seolah bertolak belakang, menciptakan jurang lebar antara
harapan dan kenyataan.
Pertanyaan
besar pun muncul: apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa program yang seharusnya
menjadi simbol kepedulian pemerintah ini justru menjadi sumber kekecewaan?
Apakah ini sekadar masalah birokrasi yang lamban, atau ada faktor lain yang
lebih kompleks?
Untuk
menjawab pertanyaan ini, diperlukan investigasi mendalam. Bukan hanya sekadar
mengumpulkan data, tetapi juga menggali akar permasalahan yang tersembunyi.
Dibutuhkan transparansi dan akuntabilitas dari pihak-pihak terkait, agar
program ini tidak hanya menjadi pajangan di atas kertas.
Program
Rulahu seharusnya menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan
kesejahteraan rakyatnya. Namun, jika realisasinya terus tertunda, kepercayaan
publik akan terkikis.
Sudah
saatnya Pemerintah Kabupaten Karawang berbenah. Program Rulahu harus
dikembalikan ke khitahnya, yaitu sebagai wujud nyata kepedulian terhadap warga
miskin. Jangan biarkan mimpi indah ini berubah menjadi mimpi buruk yang
berkepanjangan.
Kami,
sebagai jurnalis, akan terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap
fakta-fakta di balik lambatnya realisasi program Rulahu. Kami akan menggali
informasi dari berbagai sumber, termasuk warga penerima manfaat, pihak
pemerintah, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Berharap
kepada Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera mengambil tindakan nyata.
Lakukan audit independen terhadap program Rulahu dan publikasikan hasilnya.
Berikan penjelasan yang transparan dan akuntabel kepada publik mengenai
lambatnya realisasi program.
Jangan
biarkan kepercayaan publik terkikis. Wujudkan program Rulahu sebagai bukti
nyata kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.

